JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan ketahanan dengan mempertahankan penguatan hingga perdagangan tengah hari ini, Jumat (28/8/2026). Rupiah tercatat berada di level Rp 17.711 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut mencerminkan apresiasi sebesar 0,19% dibandingkan dengan level penutupan pada perdagangan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.744 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan regional yang cenderung bervariasi.
Hingga pukul 11.45 WIB, sebagian besar mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar AS. Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang yang mampu melawan arus di tengah sentimen pasar global.
Peso Filipina tercatat mengalami tekanan paling dalam di antara mata uang Asia lainnya dengan pelemahan mencapai 0,58%. Kondisi serupa juga dialami oleh baht Thailand yang terkoreksi 0,32%.
Yen Jepang turut mencatatkan pelemahan sebesar 0,06% terhadap dolar AS. Sementara itu, yuan China tergelincir tipis sebesar 0,02% pada sesi perdagangan yang sama.
Tekanan juga dirasakan oleh dolar Hong Kong dan rupee India. Kedua mata uang tersebut kompak melemah tipis sebesar 0,01% terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Di sisi lain, terdapat sejumlah mata uang Asia yang berhasil mencatatkan penguatan selain rupiah. Won Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan dengan kenaikan sebesar 0,35%.
Dolar Taiwan menyusul di posisi berikutnya dengan apresiasi sebesar 0,33%. Mata uang tersebut mencatatkan performa positif di tengah fluktuasi pasar valuta asing hari ini.
Ringgit Malaysia juga menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan sebesar 0,08%. Penguatan tipis sebesar 0,05% juga dialami oleh dolar Singapura hingga tengah hari ini.
Kinerja mata uang regional yang beragam ini mencerminkan respons pasar terhadap berbagai sentimen ekonomi yang berkembang. Para pelaku pasar terus memantau indikator makroekonomi untuk menentukan arah investasi selanjutnya.
Di sektor domestik lainnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan performa positif pada sesi pertama perdagangan hari ini. IHSG tercatat menguat 0,42% ke level 6.548,8.
Sejumlah saham yang masuk dalam jajaran top gainers indeks LQ45 pada sesi pagi ini antara lain CUAN, BBCA, dan PTBA. Pergerakan saham-saham tersebut memberikan sentimen tambahan bagi investor di dalam negeri.
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Pergerakan di pasar spot ini akan terus dipantau hingga penutupan perdagangan sore nanti untuk melihat tren jangka pendek yang terbentuk.





