Agrobisnis

Pameran Beyond the Cage Soroti Kesejahteraan Ayam dan Keamanan Pangan

38
×

Pameran Beyond the Cage Soroti Kesejahteraan Ayam dan Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Pameran imersif Beyond the Cage yang mengedukasi masyarakat tentang kesejahteraan ayam petelur di Indonesia.
Pameran Beyond the Cage di Taman Ismail Marzuki menyoroti kesejahteraan ayam dan dampaknya terhadap keamanan pangan.

JAKARTA – Organisasi Act For Farmed Animals (AFFA) akan menggelar pameran imersif bertajuk “Beyond the Cage” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 5–7 September 2026. Acara ini bertujuan menyoroti realitas produksi telur nasional, khususnya terkait kesejahteraan ayam petelur dan dampaknya terhadap keamanan pangan.

Pameran tersebut dirancang untuk membuka wawasan publik mengenai sistem kandang baterai yang masih umum digunakan dalam industri telur. Melalui pendekatan seni dan pengalaman imersif, pengunjung diajak memahami proses produksi pangan yang selama ini jarang terlihat di meja makan konsumen.

Dalam sistem kandang baterai, ayam petelur dipelihara dalam ruang yang sangat terbatas, yakni sekitar 450 sentimeter persegi per ekor. Ukuran tersebut bahkan lebih kecil dari selembar kertas A4, sehingga membatasi ruang gerak alami hewan seperti mengepakkan sayap atau bersosialisasi.

AFFA bersama organisasi internasional seperti RSPCA menilai kondisi tersebut menghambat perilaku alami ayam. Hal ini menjadi dasar utama bagi AFFA dalam mengampanyekan peralihan menuju sistem cage-free atau pemeliharaan ayam tanpa kandang baterai.

Peralihan sistem produksi ini juga dinilai krusial dalam menjaga keamanan pangan nasional. Kajian European Food Safety Authority (EFSA) menunjukkan indikasi bahwa risiko kontaminasi Salmonella cenderung lebih rendah pada sistem pemeliharaan non-kandang dibandingkan sistem kandang konvensional.

Di Indonesia, isu keamanan pangan juga menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, misalnya, baru saja memperketat standar mutu pangan segar bagi kepala satuan pelayanan gizi guna memastikan kualitas produk pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Penelitian dari Universitas Gadjah Mada turut memperkuat urgensi perbaikan tata kelola peternakan. Temuan adanya isolat Salmonella yang resisten terhadap antibiotik di beberapa gerai ritel Yogyakarta menegaskan pentingnya praktik pengelolaan yang baik di sepanjang rantai produksi.

AFFA menekankan bahwa perusahaan besar seperti hotel, restoran, dan produsen makanan memegang peran sentral dalam transformasi ini. Kebijakan pengadaan telur oleh sektor bisnis diyakini mampu menjadi katalisator bagi produsen untuk mengadopsi sistem cage-free.

Sejak 2019 hingga 2024, AFFA telah berhasil mendorong 15 perusahaan untuk menerbitkan kebijakan pengadaan telur cage-free. Langkah ini diharapkan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan tanggung jawab perusahaan dalam rantai pasok.

Pemimpin Kampanye AFFA, Elfha Shavira, menyatakan bahwa pameran ini merupakan sarana untuk membawa isu kesejahteraan hewan ke ruang publik. Ia berharap percakapan mengenai standar produksi pangan dapat menjadi lebih inklusif dan transparan.

Pameran “Beyond the Cage” akan menggunakan konsep perjalanan “Learn → Feel → Hope → Act”. Pengunjung akan dipandu untuk memahami sistem produksi, membangun empati, hingga mengetahui langkah konkret yang bisa diambil untuk mendukung sistem pangan yang lebih baik.

Kolaborasi dengan seniman Inkomee diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mencerna data teknis dan laporan investigasi yang kompleks. Pameran ini terbuka untuk umum secara gratis bagi siapa saja yang ingin mendalami isu ketahanan pangan dan kesejahteraan satwa.

Kegiatan ini berlangsung pada 5 September pukul 13.00–21.00 WIB, serta 6–7 September pukul 09.00–21.00 WIB. AFFA berharap acara ini menjadi wadah pertemuan bagi publik, pelaku industri, dan kelompok advokasi untuk mendiskusikan masa depan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.