Bursa Saham

Transformasi Bisnis Berhasil, Arus Kas Operasi TOBA Berbalik Positif

37
×

Transformasi Bisnis Berhasil, Arus Kas Operasi TOBA Berbalik Positif

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan hasil signifikan pada semester I-2026, yang ditandai dengan perbaikan arus kas operasi serta peningkatan profitabilitas perusahaan. Pergeseran fokus portofolio dari sektor batu bara menuju bisnis pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik menjadi pendorong utama kinerja positif tersebut.

Laporan keuangan perseroan per 28 Agustus 2026 mencatat arus kas operasi TOBA berbalik positif menjadi US$ 14,6 juta. Angka ini merupakan perbaikan drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana arus kas operasi tercatat negatif sebesar US$ 31,6 juta.

Sejalan dengan pemulihan arus kas, laba bruto perusahaan melonjak 102,9% menjadi US$ 28,23 juta. Kenaikan margin bruto dari 8,1% menjadi 16,3% menunjukkan adanya peningkatan kualitas efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.

Kerugian periode berjalan perusahaan juga berhasil dipangkas hingga 83,2% menjadi US$ 19,42 juta. Perbaikan ini didukung oleh keputusan manajemen yang tidak lagi mencatat kerugian divestasi entitas anak, berbeda dengan beban tahun sebelumnya yang mencapai US$ 96,87 juta.

Kontribusi bisnis non-batu bara kini mendominasi struktur pendapatan dengan porsi mencapai 66,5%. Sementara itu, ketergantungan pada sektor batu bara terus ditekan hingga menyisakan kontribusi sebesar 31,4% terhadap pendapatan konsolidasi.

Bisnis pengelolaan limbah menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 77,8% menjadi US$ 105,9 juta. Segmen ini menyumbang 61,2% terhadap total pendapatan dan berkontribusi hingga 92% dari total EBITDA konsolidasi TOBA.

Sektor kendaraan listrik melalui Electrum juga mulai menunjukkan tren positif dengan pendapatan yang melonjak 184% menjadi US$ 9,1 juta. Laba kotor segmen ini berbalik positif menjadi US$ 400.000, didukung oleh operasional 14.000 unit motor listrik dan 550 stasiun penukaran baterai.

Ekosistem kendaraan listrik tersebut kini mencatatkan frekuensi penukaran baterai lebih dari 1,7 juta kali per bulan. Total jarak tempuh kendaraan yang tercatat dalam ekosistem ini telah mencapai 135 juta kilometer.

Kinerja operasional yang membaik turut memperkuat posisi neraca keuangan perusahaan. Per akhir Juni 2026, TOBA memiliki posisi kas sebesar US$ 94,7 juta dengan penurunan utang bank jangka pendek sebesar 30,9% secara tahun berjalan.

Manajemen juga melakukan langkah strategis melalui refinancing obligasi rupiah guna memperpanjang profil jatuh tempo utang. Langkah ini berhasil menggeser kewajiban senilai US$ 27,5 juta dari kategori jangka pendek ke jangka panjang.

Analis menilai berbaliknya arus kas operasi menjadi indikator krusial keberhasilan transformasi bisnis TOBA. Kualitas pendapatan kini dianggap lebih stabil karena bisnis pengelolaan limbah memiliki karakteristik recurring revenue yang lebih baik daripada komoditas.

Tantangan selanjutnya bagi TOBA adalah menjaga konsistensi perolehan EBITDA dari lini bisnis baru tersebut. Perusahaan dituntut membuktikan bahwa model bisnis berkelanjutan ini mampu menghasilkan arus kas yang stabil dalam jangka panjang.