Bursa Saham

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.093 pada Perdagangan Jumat

36
×

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.093 pada Perdagangan Jumat

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang berada di zona hijau
IHSG ditutup menguat 1,04 persen ke level 6.093 pada perdagangan Jumat.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (9/10/2026), dengan penguatan signifikan di zona hijau. Indeks ditutup naik 62,47 poin atau 1,04 persen ke level 6.093,76.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp9,81 triliun. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 37,86 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,42 juta kali.

Sentimen positif di pasar modal domestik turut didorong oleh pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,78 persen ke level 24.211,35.

Indeks Nikkei 225 di Jepang juga terpantau menguat 0,15 persen ke 69.144. Sementara itu, indeks SSE Composite di China naik tipis 0,05 persen ke 3.813,79, berbeda dengan indeks Straits Times Singapura yang terkoreksi 0,29 persen ke 5.397,06.

Di jajaran saham dengan kenaikan harga tertinggi (top gainers), saham STRK memimpin dengan lonjakan 33,87 persen ke level 83. Diikuti oleh SOSS yang naik 25,00 persen ke 1.200 dan TCPI yang juga menguat 25,00 persen ke 1.625.

Selain itu, saham TFCO mencatatkan kenaikan 24,85 persen ke 1.030, serta BIKE yang menguat 24,78 persen ke 2.140. Saham-saham ini memberikan kontribusi positif terhadap performa indeks secara keseluruhan.

Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan jual cukup dalam hingga masuk dalam daftar top losers. KDTN memimpin koreksi dengan penurunan 14,95 persen ke 472, disusul TRIN yang turun 14,29 persen ke 204.

Saham lainnya yang berada di zona merah adalah DOOH dengan pelemahan 12,90 persen ke 270. ALKA turun 12,58 persen ke 7.125, dan FORU melemah 11,39 persen ke 140.

Berdasarkan nilai transaksi, saham perbankan dan emiten berkapitalisasi besar masih menjadi pilihan utama investor. BBCA mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp519,85 miliar, disusul BBRI senilai Rp453,47 miliar.

Selanjutnya, saham GOTO mencatat nilai transaksi Rp378,77 miliar dan TLKM sebesar Rp375,52 miliar. BUMI melengkapi daftar dengan nilai transaksi mencapai Rp297,94 miliar.

Dalam hal volume perdagangan, GOTO menjadi yang paling aktif dengan catatan 129,17 juta lembar saham. Diikuti oleh FORU sebanyak 17,08 juta lembar dan BUMI sebanyak 16,82 juta lembar.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan pada penutupan perdagangan sore ini. Mata uang Garuda melemah 22,4 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.898,1 per dolar AS.

Posisi tersebut merupakan pelemahan dibandingkan pembukaan pagi tadi yang berada di level Rp17.875,7. Fluktuasi nilai tukar ini menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berkembang.