Investasi

BIKE Akuisisi 72% Saham Berau Usaha Mandiri untuk Perluas Bisnis Pertambangan

31
×

BIKE Akuisisi 72% Saham Berau Usaha Mandiri untuk Perluas Bisnis Pertambangan

Sebarkan artikel ini
Logo PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dan ilustrasi sektor pertambangan batu bara
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri untuk perluas bisnis pertambangan.

JAKARTA – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengambil alih 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM). Aksi korporasi ini dilakukan melalui anak perusahaan BIKE, yakni PT Prambanan Nusantara Energi (PNE).

Direktur BIKE, Winston Mulyadi, menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat diversifikasi portofolio perusahaan di sektor pertambangan. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa depan.

BUM diketahui memiliki lahan konsesi tambang seluas 500 hektare yang terletak di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dari total luasan tersebut, sekitar 400 hektare telah dieksplorasi dengan cadangan terbukti mencapai 22 juta metrik ton batu bara.

Manajemen BIKE telah menetapkan target produksi batu bara dari tambang baru tersebut sebesar 1,5 hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Proyek ini menjadi pilar utama dalam transformasi bisnis energi yang tengah dijalankan oleh perseroan.

Terkait dengan operasional ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi kepada publik. Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi bagi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Winston menambahkan bahwa perseroan mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk kelancaran pengembangan proyek tersebut. Pihak manajemen akan mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku selama proses transisi dan operasional berlangsung.

Respons pasar terhadap aksi korporasi ini terpantau cukup signifikan pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Saham BIKE mencatatkan lonjakan harga sebesar 18,37% ke level Rp 2.030 per lembar saham hingga pukul 10:10 WIB.

Secara kumulatif, saham BIKE telah menunjukkan tren penguatan yang impresif sepanjang tahun berjalan. Tercatat, harga saham perusahaan telah mengalami kenaikan sebesar 163,64% sejak awal tahun hingga hari ini.

Aksi akuisisi ini terjadi di tengah dinamika sektor energi yang terus berkembang di pasar modal Indonesia. Investor kini menyoroti bagaimana integrasi aset baru tersebut akan berdampak pada fundamental BIKE dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sektor pertambangan batu bara memang tengah menjadi perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi harga komoditas global. Langkah BIKE ini dinilai sebagai upaya perusahaan dalam mengamankan cadangan energi untuk menjaga keberlangsungan operasional.

Perusahaan saat ini fokus pada pemenuhan kewajiban administratif dan teknis pasca-akuisisi. Langkah ini dipastikan akan mengikuti standar tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.

Investor diharapkan tetap mencermati keterbukaan informasi selanjutnya terkait perkembangan produksi di tambang Berau. Kinerja produksi di masa depan akan menjadi indikator utama dalam mengukur keberhasilan strategi ekspansi yang dilakukan oleh BIKE.