JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (9/10/2026) di tengah bayang-bayang tekanan jual yang masif. Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), indeks terkoreksi sebesar 1,88% dan parkir di level 6.031.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pergerakan IHSG saat ini berada dalam fase krusial. Dalam skenario teknikal terbaik, IHSG diprediksi sedang membentuk wave iv dari wave c.
Secara teknikal, indeks masih memiliki potensi untuk melakukan rebound atau penguatan guna menguji area gap di kisaran 6.227 hingga 6.231. Namun, investor tetap harus waspada terhadap risiko koreksi lanjutan.
Jika IHSG menembus level support 5.973, indeks berisiko meluncur lebih dalam ke area 5.850-5.911. Untuk jangka pendek, pelaku pasar disarankan mencermati area koreksi di kisaran 6.008-6.025.
Berdasarkan pemetaan teknikal, level support IHSG saat ini berada pada rentang 6.018 dan 5.973. Sementara itu, level resistance berada di angka 6.297 dan 6.376.
Menanggapi kondisi pasar tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. Emiten yang dicermati meliputi sektor konsumer, energi, hingga infrastruktur energi.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menjadi salah satu saham yang disoroti setelah terkoreksi 0,91% ke level 8.200. Analis menyarankan strategi buy on weakness di rentang harga 8.050-8.200 dengan target harga 8.525-8.725 dan stoploss di bawah 7.925.
Selanjutnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menunjukkan performa positif dengan penguatan 2,65% ke level 775. Saham ini direkomendasikan buy on weakness pada area 740-760, dengan target harga 810-830 serta stoploss di bawah 715.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga masuk dalam daftar pantauan setelah mengalami koreksi sebesar 1,48% ke level 665. Investor disarankan melakukan buy on weakness di kisaran 645-660 dengan target harga 730-760 dan stoploss di bawah 605.
Sementara itu, untuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), analis memberikan rekomendasi sell on strength. Saham ini terkoreksi 3,10% ke harga 11.725 dan dinilai rawan melanjutkan penurunan.
AADI diprediksi berpotensi terkoreksi ke rentang 9.975-10.650 untuk menutup area gap yang masih terbuka. Investor disarankan memanfaatkan area 11.875-12.025 sebagai titik untuk melakukan aksi jual.
Pergerakan pasar saham saat ini dipengaruhi oleh sentimen domestik dan tekanan jual yang meningkat di berbagai sektor. Pelaku pasar diharapkan tetap disiplin dalam menerapkan strategi manajemen risiko, terutama dengan memperhatikan level stoploss yang telah ditetapkan pada masing-masing saham pilihan.





