Bursa Saham

IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Rekomendasi Saham INKP, KLBF, RAJA, dan AADI

34
×

IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Rekomendasi Saham INKP, KLBF, RAJA, dan AADI

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan berpotensi menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 setelah mengalami tekanan jual.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Optimisme ini muncul setelah indeks mengalami tekanan jual yang cukup dalam pada sesi sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10), IHSG tercatat melemah sebesar 1,88 persen ke level 6.031. Penurunan tersebut dipicu oleh sentimen global, terutama ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir tahun ini.

Riset teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan bahwa posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave c. Secara teoritis, kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk berbalik menguat guna menguji area gap di rentang 6.227 hingga 6.231.

Meski demikian, investor tetap diminta waspada terhadap risiko koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Area koreksi perlu dicermati pada rentang 6.008 hingga 6.025 sebagai titik krusial.

Jika indeks menembus ke bawah level 5.973, maka potensi koreksi dapat berlanjut menuju area 5.850 hingga 5.911. Saat ini, posisi support IHSG berada di rentang 6.018 hingga 5.973, sementara level resistance berada di kisaran 6.297 hingga 6.376.

Menanggapi dinamika pasar tersebut, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham bagi para pelaku pasar. Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menjadi salah satu pilihan dengan strategi buy on weakness.

Saham INKP sebelumnya terkoreksi 0,91 persen ke level 8.200 di tengah tekanan jual yang meningkat. Investor disarankan melakukan akumulasi pada rentang harga 8.050 hingga 8.200 dengan target harga 8.525 hingga 8.725, serta stop loss di bawah 7.925.

Selanjutnya, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Saham ini menunjukkan pergerakan positif dengan penguatan 2,65 persen ke level 775, yang didukung oleh kenaikan volume pembelian.

Strategi buy on weakness untuk KLBF dapat diterapkan pada kisaran 740 hingga 760. Target harga ditetapkan di level 810 hingga 830 dengan batas stop loss di bawah 715.

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turut masuk dalam daftar pantauan dengan strategi buy on weakness. Meski sempat terkoreksi 1,48 persen ke level 665, RAJA diprediksi berada di awal wave A dari wave (Y).

Investor dapat mencermati RAJA pada rentang harga 645 hingga 660. Target harga untuk saham ini berada di kisaran 730 hingga 760 dengan stop loss di bawah 605.

Di sisi lain, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mendapatkan rekomendasi sell on strength. Saham ini tercatat melemah 3,10 persen ke level 11.725 dan menembus garis MA20.

MNC Sekuritas memprediksi AADI masih rawan melanjutkan koreksi ke rentang 9.975 hingga 10.650 untuk menutup gap. Investor disarankan melakukan aksi jual pada kisaran harga 11.875 hingga 12.025.