Bursa Saham

IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

38
×

IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik Bursa Efek Indonesia yang menampilkan pergerakan indeks saham IHSG di Jakarta.
Pergerakan IHSG diprediksi kembali melemah akibat sentimen negatif pasar global dan tekanan jual investor asing.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Sentimen negatif dari pasar global dan regional Asia diperkirakan terus membayangi pergerakan indeks domestik hari ini.

Pada perdagangan Selasa (15/9/2026), IHSG ditutup melemah sebesar 1,13% ke level 6.461,15. Pelemahan tersebut menandai koreksi indeks selama lima hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia.

Tekanan jual investor asing menjadi faktor utama yang menekan performa pasar. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp349,28 miliar di seluruh pasar pada perdagangan kemarin.

Analis menilai, pergerakan indeks saat ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas minyak dan gas dunia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah saat ini menjaga tren kenaikan harga minyak, meski pada Rabu pagi sempat terjadi koreksi tipis.

Selain faktor komoditas, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury yield menjadi perhatian utama. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.

Sentimen tersebut memicu ketidakpastian bagi pelaku pasar global. Dampaknya, investor cenderung bersikap lebih hati-hati dalam mengalokasikan modal ke instrumen saham.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di posisi 6.439. Sementara itu, level resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.501.

Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan kondisi ekonomi global. Dinamika di luar negeri diprediksi masih akan menjadi penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Sejumlah saham emiten dinilai layak untuk dicermati oleh investor di tengah kondisi pasar yang volatil. Analis merekomendasikan saham BRMS dengan rentang harga Rp785 hingga Rp830 per saham.

Selain itu, saham INCO juga masuk dalam daftar pantauan dengan kisaran harga Rp5.025 hingga Rp5.400. Saham MAPA turut menjadi pilihan dengan rentang pergerakan di level Rp675 hingga Rp690 per saham.

Sebelumnya, IHSG sempat menunjukkan tren penguatan pada akhir Agustus 2026. Namun, tekanan jual yang konsisten dalam beberapa hari terakhir telah memangkas optimisme pelaku pasar.

Para pelaku pasar kini menanti katalis baru yang dapat memicu rebound atau pembalikan arah. Stabilitas harga komoditas dan kebijakan moneter global akan menjadi indikator kunci bagi pergerakan IHSG ke depan.

Investor dihimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi manajemen risiko. Mengingat IHSG masih berada dalam fase rentan, pemilihan saham yang selektif menjadi langkah krusial bagi investor domestik.