JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) secara resmi mengumumkan rencana penambahan kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), melalui mekanisme penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer. Langkah korporasi ini diumumkan secara terbuka pada Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam aksi tersebut, Astra International menargetkan pembelian saham sebanyak-banyaknya 238.442.293 lembar. Jumlah tersebut setara dengan 4,947% dari total modal disetor dan ditempatkan pada Astra Otoparts.
Manajemen menetapkan harga penawaran sebesar Rp3.600 per saham. Dengan demikian, nilai total transaksi maksimum yang dipersiapkan mencapai Rp858,39 miliar.
Harga penawaran ini mencerminkan premi sebesar 35,57% dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perhitungan tersebut diambil dari data perdagangan selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman resmi diterbitkan.
Pihak manajemen Astra International menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan penambahan porsi kepemilikan saham. Mengingat status Astra sebagai pengendali utama, langkah ini tidak dikategorikan sebagai akuisisi baru yang memicu kewajiban tender offer reguler.
Struktur kepemilikan Astra Otoparts dipastikan tidak akan mengalami perubahan signifikan pasca-transaksi. Astra International menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kegiatan usaha Astra Otoparts di masa mendatang.
Manajemen juga memberikan klarifikasi terkait spekulasi pasar mengenai masa depan emiten tersebut. Perusahaan menegaskan tidak ada rencana untuk melikuidasi Astra Otoparts.
Selain itu, tidak ada agenda untuk melakukan penghapusan pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia. Status Astra Otoparts akan tetap dipertahankan sebagai perusahaan terbuka.
Aksi korporasi ini berlangsung di tengah dinamika internal Grup Astra. Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, Direktur Astra International, Djap Tet Fa, juga tercatat melakukan pembelian pribadi atas 500 ribu lembar saham ASII senilai Rp2,41 miliar.
Di tingkat operasional, unit bisnis Astra Group juga terus memperkuat sinergi internal. Salah satu upaya nyata adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga (POR) AFFCO 2026 yang melibatkan berbagai kepala cabang di wilayah Cirebon Raya pada pertengahan Agustus lalu.
Di sektor otomotif dan komponen pendukung, langkah Astra International ini mempertegas posisi strategis perusahaan dalam mengonsolidasi anak usahanya. Penguatan porsi saham ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan perusahaan terhadap prospek jangka panjang industri komponen otomotif nasional.
Pasar saat ini tengah memantau respons investor terhadap penawaran tender sukarela tersebut. Hingga saat ini, belum ada perubahan arah kebijakan terkait status emiten dalam grup tersebut.





