Bursa Saham

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat di Perdagangan Senin 5 Oktober 2026

43
×

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat di Perdagangan Senin 5 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Tampilan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (5/10/2026), setelah berhasil ditutup naik 0,46% atau 27,39 poin ke level 6.036,89 pada akhir pekan lalu. Optimisme pasar didorong oleh sentimen positif dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.973 dan resistance 6.118. Meski berpotensi menguat, ia mengingatkan bahwa bayang-bayang arus keluar dana asing (capital outflow) masih menjadi tantangan utama bagi pasar saham domestik.

Sentimen global lainnya yang menjadi perhatian investor adalah pergerakan yield US Treasury, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta perkembangan harga minyak dunia. Faktor-faktor ini dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan dan stabilitas pasar di Indonesia.

Analis Republik Investor, Hendra Wardana, menambahkan bahwa tekanan pasar sepanjang tahun 2026 lebih mencerminkan krisis kepercayaan investor. Hal ini terlihat dari catatan net sell investor asing di pasar reguler yang mencapai sekitar Rp108 triliun sejak awal tahun.

Hendra menilai stabilitas rupiah yang berada di level Rp17.888 per dolar AS menjadi indikator kunci yang harus dicermati. Ia memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk technical rebound menuju area 6.300-6.600 pada kuartal IV 2026, dengan catatan tekanan rupiah mereda dan kinerja emiten kuartal III solid.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa secara teknikal IHSG berada dalam posisi yang mendukung pembalikan arah. Indikator stochastic menunjukkan kondisi extremely oversold yang mulai membentuk pola golden cross.

Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang hanya bertambah 29.000, jauh di bawah konsensus 90.000, turut menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada akhir Oktober menjadi 22,1%. Penurunan ini memberikan katalis positif bagi saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.

Nafan memproyeksikan IHSG pada hari ini akan bergerak dengan support di level 5.973 hingga 5.851, serta resistance di 6.180 hingga 6.335. Investor kini bersiap mencermati rilis data cadangan devisa pada 7 Oktober dan Indeks Keyakinan Konsumen pada 8 Oktober 2026.

Terkait rekomendasi saham, sejumlah analis menyarankan strategi yang bervariasi. Herditya merekomendasikan GGRM, ISAT, dan NCKL, sementara Hendra menyarankan speculative buy pada ANTM dan TINS, serta buy on weakness untuk SSIA dan SRTG.

Di sisi lain, Nafan Aji merekomendasikan strategi accumulative buy untuk saham ASII, ESSA, dan SMGR. Investor tetap diimbau untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama mengingat aksi jual asing yang masih berlangsung di pasar modal domestik.