Ekonomi

Kemenkeu Lakukan Audit Mendalam untuk Akuisisi Saham Kereta Cepat Whoosh

61
×

Kemenkeu Lakukan Audit Mendalam untuk Akuisisi Saham Kereta Cepat Whoosh

Sebarkan artikel ini
Kereta cepat Whoosh melintas di jalur rel Jakarta-Bandung
Kementerian Keuangan melakukan audit mendalam terkait rencana akuisisi saham BUMN dalam proyek Kereta Cepat Whoosh.

Jakarta – Rencana pengambilalihan seluruh saham milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh saat ini telah memasuki tahap audit mendalam atau due diligence. Proses ini melibatkan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memayungi kepemilikan saham BUMN dalam konsorsium tersebut.

Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Vera Kirana, mengonfirmasi bahwa proses audit tengah dilakukan oleh seluruh pemegang saham PSBI. Langkah ini mencakup keterlibatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), serta WIKA sendiri.

PSBI diketahui memegang 60 persen saham dalam PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Di dalam konsorsium PSBI, KAI bertindak sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 58,53 persen, disusul WIKA sebesar 33,36 persen, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN VIII sebesar 1,03 persen.

Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, menyatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan saat ini terdampak secara signifikan oleh proyek Whoosh. Hal ini terjadi karena operasional kereta cepat belum mencatatkan keuntungan, yang berimbas pada pembukuan konsolidasi negatif bagi WIKA.

“Saat ini konsolidasi keuangan WIKA berdampak ke equity negatif karena Kereta Cepat menghasilkan return yang negatif,” ujar Mulyadi dalam agenda Public Expose daring, Jumat (2/10/2026).

Mulyadi menambahkan bahwa wacana akuisisi saham oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan dipandang sebagai solusi strategis. Langkah pengambilalihan ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi pemulihan kinerja keuangan WIKA di masa mendatang.

Manajemen WIKA menargetkan proses transisi kepemilikan ini dapat diselesaikan sebelum tutup tahun 2026. Harapannya, pengalihan aset ini mampu memperbaiki profil keuangan perusahaan agar kembali menunjukkan tren positif pada akhir tahun berjalan.

Upaya penyehatan neraca BUMN karya memang menjadi sorotan utama pemerintah di tengah tantangan beban utang proyek infrastruktur strategis nasional. Selain isu Whoosh, pemerintah juga tengah memetakan beban pembiayaan infrastruktur lainnya di bawah arahan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara.

Sebelumnya, persoalan pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang memiliki utang mencapai Rp79,45 triliun sempat menjadi perhatian publik. Proses audit yang sedang berjalan ini menjadi penentu bagi keberlanjutan beban keuangan konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek tersebut.

Hingga saat ini, pihak terkait terus melakukan koordinasi intensif untuk mematangkan skema akuisisi. Fokus utama pemerintah adalah memastikan keberlangsungan operasional moda transportasi publik tersebut sembari memitigasi risiko keuangan yang membebani neraca BUMN terlibat.Kemenkeu Lakukan Audit Mendalam untuk Akuisisi Saham Kereta Cepat Whoosh