Bursa Saham

Prediksi IHSG Jumat 18 September 2026: Cermati Sentimen The Fed

40
×

Prediksi IHSG Jumat 18 September 2026: Cermati Sentimen The Fed

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Sentimen pasar saat ini didominasi oleh perkembangan harga minyak global serta respons investor terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2026), IHSG berhasil menguat 25,58 poin atau 0,40% ke level 6.462,43. Kenaikan indeks ditopang oleh sektor consumer cyclicals yang tumbuh 1,63%, meski sektor health care mencatatkan koreksi sebesar 0,55%.

Analis teknikal menilai IHSG masih memiliki ruang untuk bertahan di atas level psikologis 6.400. Indikator Stochastic RSI yang membentuk Golden Cross di area oversold menjadi sinyal positif bagi pergerakan indeks hari ini.

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak dalam rentang konsolidasi antara 6.400 hingga 6.550. Stabilitas teknikal ini memberikan keyakinan bagi pasar untuk mencerna sentimen eksternal yang sedang berkembang.

Salah satu katalis positif bagi pasar saham domestik adalah koreksi harga minyak Brent yang kembali berada di bawah level US$104 per barel. Penurunan harga ini dipicu oleh rencana Arab Saudi untuk memulihkan kapasitas operasional pipa pengiriman minyak dalam waktu dekat.

Di sisi lain, tekanan terhadap mata uang rupiah masih menjadi tantangan bagi pasar keuangan nasional. Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), nilai tukar rupiah melemah 0,33% ke level Rp 17.753 per dolar AS di pasar spot.

Pasar juga tengah mencermati kebijakan moneter Amerika Serikat pasca keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selain itu, sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun ini terus dipantau oleh pelaku pasar.

Di dalam negeri, pelaku pasar memberikan perhatian khusus pada arah kebijakan fiskal di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas anggaran menjadi poin krusial yang dinilai investor.

Selain itu, kewaspadaan pasar mulai meningkat menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Ketidakpastian arah kebijakan ini mendorong investor untuk lebih selektif dalam menempatkan modal.

Beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi penguatan dan patut dicermati meliputi sektor energi, basic industrial, dan properti. Sektor transportasi serta logistik juga diprediksi akan menjadi perhatian investor selama perdagangan akhir pekan ini.

Meskipun harga minyak yang lebih rendah memberikan sentimen positif, investor tetap dihimbau untuk mewaspadai risiko inflasi akibat volatilitas harga energi. Kondisi ini membuat pergerakan pasar diperkirakan tetap volatil di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik.