Bursa Saham

IHSG Melemah, Simak Saham Pilihan yang Banyak Diborong Asing Hari Ini

46
×

IHSG Melemah, Simak Saham Pilihan yang Banyak Diborong Asing Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor perdagangan saham
IHSG melemah tipis 0,06% ke level 6.595,77 pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan pelemahan tipis sebesar 0,06% atau terpangkas 4,1 poin ke level 6.595,77. Koreksi indeks ini terjadi seiring dengan aksi jual bersih atau net sell yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih dengan nilai mencapai Rp 326,61 miliar sepanjang hari ini. Tekanan jual tersebut membayangi pergerakan IHSG yang sempat bergerak fluktuatif di rentang level terendah 6.561 hingga level tertinggi 6.629.

Sentimen negatif di pasar saham domestik terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 321 saham tercatat melemah, sementara 282 saham mampu menguat dan 186 saham lainnya stagnan.

Total volume perdagangan saham di BEI pada hari ini mencapai 64,40 miliar lembar saham. Adapun nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp 16,82 triliun.

Di tengah tekanan jual asing secara keseluruhan, sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) justru masih menjadi target akumulasi. Investor asing terpantau melakukan pembelian bersih pada beberapa emiten perbankan utama.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham dengan nilai beli bersih asing terbesar, yakni mencapai Rp 154,48 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 149,88 miliar.

Selain sektor perbankan, investor asing juga mengakumulasi saham dari sektor lain. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan nilai beli bersih Rp 57,37 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan beli bersih Rp 55,5 miliar. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan nilai Rp 43,55 miliar.

Saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) juga menarik minat asing dengan nilai beli bersih Rp 35,39 miliar. Berikutnya adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan nilai Rp 31,42 miliar.

Melengkapi daftar sepuluh besar, investor asing mengakumulasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 27,56 miliar. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyusul dengan Rp 16,26 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp 13,71 miliar.

Aksi beli bersih pada saham-saham big caps ini terjadi di tengah tren akumulasi asing yang cukup kuat dalam sepekan terakhir. Tercatat pada periode 26 Agustus hingga 1 September 2026, investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp 2,22 triliun.

Kondisi pasar saat ini masih dipantau ketat oleh pelaku pasar di tengah kekhawatiran mengenai ancaman inflasi global. Pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada respons investor terhadap data makroekonomi domestik dan kebijakan moneter yang berlaku.