Investasi

Investor Institusi Dorong Penguatan Pasar Kripto Sepanjang Agustus 2026

63
×

Investor Institusi Dorong Penguatan Pasar Kripto Sepanjang Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum di layar monitor dengan latar belakang bursa kripto
Pasar aset kripto mencatatkan performa positif sepanjang Agustus 2026 yang didorong oleh aliran dana investor institusi.

JAKARTA – Pasar aset kripto mencatatkan performa positif sepanjang Agustus 2026 yang didorong secara dominan oleh aliran dana investor institusi. Meskipun harga Bitcoin dan Ethereum mengalami penguatan signifikan, keterlibatan investor ritel dalam reli ini terpantau masih minim.

Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin ditutup di level US$ 78.074 pada akhir Agustus, mencatat kenaikan bulanan sebesar 22,33%. Sementara itu, Ethereum menguat 20,84% ke posisi US$ 2.470,3 pada periode yang sama.

Kendati mengalami pemulihan harga, kedua aset kripto utama tersebut masih mencatatkan koreksi secara year-to-date. Bitcoin tercatat turun 11,71% dan Ethereum terkoreksi 16,84% sepanjang tahun 2026.

Analisis pasar menunjukkan bahwa pergerakan harga saat ini belum sepenuhnya mencerminkan sinyal pembalikan tren atau reversal bullish yang terkonfirmasi. Penguatan yang terjadi masih sangat bergantung pada dinamika arus dana institusional yang masuk ke pasar.

Data on-chain mengonfirmasi belum adanya lonjakan aktivitas yang berarti dari kelompok investor ritel. Partisipasi ritel dinilai menjadi kunci krusial untuk memperkuat momentum kenaikan harga hingga akhir tahun.

Indonesia sendiri saat ini sedang memantau potensi untuk menjadi hub likuiditas kripto di Asia Tenggara. Pertumbuhan jumlah investor domestik yang signifikan menjadi modal utama meski aktivitas transaksi sempat mengalami tekanan di tengah dinamika pasar global.

Di sisi lain, lanskap regulasi juga menjadi sorotan penting bagi para pelaku pasar. Pertemuan antara tokoh industri kripto dengan pemangku kebijakan di Amerika Serikat mengenai CLARITY Act dipandang akan memberikan kejelasan arah regulasi aset digital ke depan.

Terkait prospek teknikal, Bitcoin diprediksi akan bergerak dalam rentang US$ 73.000 hingga US$ 81.000 dalam waktu dekat. Level US$ 82.814 menjadi ambang batas penting yang harus ditembus untuk memicu kenaikan menuju level US$ 90.000.

Sebaliknya, jika harga Bitcoin merosot hingga menyentuh US$ 67.000, tekanan bearish diperkirakan akan kembali mendominasi pasar. Kondisi ini menuntut kehati-hatian investor dalam memposisikan portofolio aset mereka.

Ethereum saat ini menunjukkan prospek teknikal yang relatif lebih kuat dibandingkan Bitcoin. Aset ini perlu mempertahankan posisi di atas level US$ 2.350 untuk menjaga pola breakout-retest agar tetap berjalan positif.

Apabila Ethereum gagal bertahan di level tersebut, support kuat berikutnya diperkirakan berada di kisaran US$ 2.230. Investor disarankan untuk tetap menggunakan strategi investasi berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA).

Pendekatan DCA memungkinkan investor untuk mengalokasikan modal secara bertahap guna memitigasi risiko volatilitas pasar. Strategi ini harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu di tengah ketidakpastian pasar kripto yang masih berlangsung.