Investasi

Penjualan SR025 Tembus Rp 3,2 Triliun, Begini Cara Pesan Sukuk Ritel

38
×

Penjualan SR025 Tembus Rp 3,2 Triliun, Begini Cara Pesan Sukuk Ritel

Sebarkan artikel ini
Grafis informasi penjualan Sukuk Ritel seri SR025 yang mencapai Rp 3,26 triliun dalam satu pekan
Penjualan Sukuk Ritel seri SR025 mencatatkan angka Rp 3,26 triliun dalam satu pekan masa penawaran.

JAKARTA – Pemerintah mencatatkan realisasi penjualan Sukuk Ritel (SR) seri SR025 sebesar Rp 3,26 triliun dalam kurun waktu satu pekan pertama masa penawaran. Angka tersebut mencakup akumulasi dari dua tenor yang ditawarkan, yakni tenor tiga tahun (T3) dan lima tahun (T5).

Hingga Kamis (27/8/2026), penyerapan SR025 tenor tiga tahun telah mencapai Rp 2,58 triliun. Jumlah ini setara dengan 17,2% dari total kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15 triliun.

Sementara itu, untuk seri SR025 tenor lima tahun, penjualan tercatat sebesar Rp 680 miliar. Angka tersebut merepresentasikan 13,6% dari total kuota yang tersedia sebesar Rp 5 triliun.

Pemerintah sendiri menargetkan total penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan instrumen investasi ini. Hingga saat ini, masih tersedia kuota gabungan sekitar Rp 16,74 triliun bagi calon investor yang berminat.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai capaian penjualan pada pekan pertama ini tergolong cukup baik. Meski belum melampaui ekspektasi target mingguan, ia menekankan bahwa data saat ini belum bisa menjadi tolok ukur utama untuk menilai minat pasar secara keseluruhan.

“Penjualan pada pekan pertama menurut saya cukup baik, tetapi belum dapat disebut berada di atas jalur target Rp 20 triliun,” ujar Josua. Ia menambahkan bahwa pola pembelian Surat Berharga Negara (SBN) ritel biasanya bersifat tidak merata.

Sebagai perbandingan, seri pendahulu seperti SR023 berhasil menghimpun total Rp 18,73 triliun meski memulai pekan pertama dengan angka Rp 2,05 triliun. Di sisi lain, SR024 sempat mencatat penjualan awal lebih tinggi yakni Rp 4,8 triliun, namun akhirnya ditutup di angka Rp 17,49 triliun.

Pemerintah masih membuka masa penawaran SR025 hingga 16 September 2026. Instrumen ini menawarkan imbal hasil berupa kupon sebesar 6,8% untuk tenor tiga tahun dan 6,9% untuk tenor lima tahun.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat melakukan investasi dengan modal minimal Rp 1 juta melalui 33 mitra distribusi resmi. Proses pembelian dilakukan sepenuhnya secara daring melalui sistem elektronik yang disediakan oleh masing-masing mitra.

Calon investor diwajibkan melakukan registrasi dengan menyertakan data diri serta nomor SID (Single Investor Identification). Setelah registrasi, pemesanan dapat dilakukan selama masa penawaran berlangsung dengan mengikuti ketentuan dalam memorandum informasi.

Setelah pemesanan diverifikasi, investor akan menerima kode pembayaran untuk melakukan penyetoran dana melalui bank persepsi, kantor pos, atau kanal pembayaran lainnya. Proses diakhiri dengan penerbitan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) sebagai bukti kepemilikan setelah tanggal setelmen.

Investasi ini dapat diakses melalui berbagai bank umum, bank umum syariah, perusahaan efek, hingga perusahaan efek khusus atau APERD berbasis teknologi finansial. Ketersediaan mitra distribusi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat dalam berpartisipasi mendukung pembiayaan pembangunan nasional melalui instrumen syariah.