JAKARTA – PT Chandra Pelabuhan Nusantara, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), kini resmi membuka akses pelabuhan bagi pihak eksternal. Langkah ini menyusul perolehan izin berusaha pengoperasian terminal umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
Izin tersebut memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas pelabuhan yang berlokasi di Cilegon, Banten. Sebelumnya, infrastruktur ini hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan operasional internal Chandra Asri Group.
Direktur Chandra Pelabuhan Nusantara, Edi Riva’i, menyatakan bahwa pembukaan akses ini merupakan langkah strategis perusahaan. Tujuannya adalah memperluas peran dalam ekosistem logistik nasional serta meningkatkan daya saing industri.
Fasilitas yang kini terbuka bagi pelaku industri dan pengguna jasa eksternal meliputi tiga dermaga dengan kapasitas yang beragam. Dermaga A memiliki kapasitas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B hingga 6.000 DWT, dan Dermaga C hingga 10.000 DWT.
Selain fasilitas sandar dan tambat kapal, perusahaan menyediakan layanan bongkar muat untuk berbagai produk kimia dan petroleum olahan cair. Komoditas yang dapat ditangani mencakup naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, hingga PFO.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, perusahaan juga mengoperasikan fasilitas penyimpanan berupa tank farm. Terdapat 56 tangki dengan kapasitas gabungan mencapai 501.606 meter kubik.
Fasilitas penyimpanan tersebut termasuk 25 tangki atmosferik yang dirancang khusus untuk menampung produk kimia cair. Integrasi antara dermaga, sistem bongkar muat, dan tank farm memberikan fleksibilitas bagi rantai pasok industri.
Sinergi fasilitas ini mencakup seluruh tahapan logistik, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi produk melalui jalur laut. Perusahaan kini mulai menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai mitra industri.
Langkah ekspansi bisnis logistik ini sejalan dengan tren industri di Indonesia yang mulai menyasar sektor-sektor strategis. Fokus industri logistik saat ini semakin meluas ke sektor perdagangan elektronik hingga rantai dingin guna menjaga efisiensi harga barang.
Di tengah dinamika ekonomi nasional, penguatan infrastruktur pelabuhan dianggap krusial bagi konektivitas logistik. Terlebih, sektor logistik sedang menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas distribusi barang di berbagai daerah.
Upaya peningkatan kapasitas pelabuhan juga selaras dengan langkah perusahaan logistik lain yang terus membuka rute baru di berbagai titik strategis. Hal ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap pertumbuhan sektor logistik yang kompetitif di masa depan.
Pihak manajemen PT Chandra Pelabuhan Nusantara menegaskan kesiapannya untuk memberikan solusi logistik yang andal bagi pengguna jasa. Keterbukaan akses ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi efisiensi rantai pasok industri nasional secara berkelanjutan.





