Bursa Saham

IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Binaartha Sekuritas Hari Ini

55
×

IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Binaartha Sekuritas Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diprediksi berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 1 September 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menghadapi potensi koreksi pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Analisis teknikal menunjukkan indeks berada dalam fase pengujian level support krusial setelah berhasil ditutup menguat 0,11% ke level 6.525,48 pada perdagangan Senin (31/8/2026).

Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG kini tengah menguji level support terdekat di angka 6.435. Apabila level tersebut tertembus oleh tekanan jual, koreksi indeks diperkirakan akan berlanjut menuju kisaran 6.361 hingga 6.298 pada sesi perdagangan hari ini.

Proyeksi pelemahan ini sejalan dengan sentimen negatif yang melanda bursa regional Asia pada Selasa pagi. Pasar saat ini berada di bawah tekanan sentimen eksternal, terutama akibat kenaikan harga minyak global yang memicu kekhawatiran investor terhadap inflasi dan biaya operasional perusahaan.

Di tengah ketidakpastian pergerakan indeks, Binaartha Sekuritas memberikan rekomendasi strategi buy in weakness dan speculative buy untuk sejumlah saham pilihan. Investor disarankan untuk memperhatikan dinamika teknikal masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi salah satu saham yang dicermati. Saham ini diperkirakan dapat memulai pembalikan tren selama resisten Fibonacci di level Rp 11.100 tetap bertahan, dengan indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish. Investor disarankan melakukan buy in weakness pada rentang Rp 9.550–Rp 9.700 dengan support di Rp 9.400.

Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) diproyeksikan melanjutkan fase koreksi menuju rentang Rp 1.535–Rp 1.615. Hal ini didasarkan pada posisi harga penutupan harian yang masih berada di bawah garis SMA-20, serta indikator MACD yang menunjukkan momentum bearish. Rekomendasi untuk BRPT adalah buy in weakness pada rentang Rp 1.540–Rp 1.630.

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga berada dalam tren turun karena harga penutupan harian masih di bawah garis SMA-20. Analis menyarankan speculative buy pada rentang Rp 390–Rp 404, dengan support di level Rp 386 dan potensi resistance di Rp 484 hingga Rp 515.

Terakhir, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) diperkirakan dapat melanjutkan koreksi menuju target moderat di level Rp 955. Kondisi teknikal menunjukkan harga masih bergerak di bawah garis SMA-20 dengan momentum bearish pada indikator MACD. Strategi yang disarankan adalah buy in weakness pada rentang Rp 910–Rp 960.

Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang tinggi di tengah sentimen global. Pemantauan ketat terhadap level support dan resistance menjadi kunci dalam memitigasi risiko selama perdagangan berlangsung.