Bursa Saham

Bobby Nasution Dorong Tirtanadi dan Bank Sumut Melantai di Bursa

43
×

Bobby Nasution Dorong Tirtanadi dan Bank Sumut Melantai di Bursa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution memberikan arahan terkait rencana IPO Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mendorong Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.

MEDAN – Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi mendorong dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedua perusahaan tersebut adalah Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat kinerja operasional, mengembangkan skala usaha, sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah. Bobby menilai, kedua BUMD tersebut memiliki kapasitas dan peluang yang cukup kompetitif untuk melantai di pasar modal nasional.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan jajaran Direksi BEI telah dilaksanakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, pada Rabu (26/8). Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengakui bahwa transisi menuju perusahaan terbuka memiliki tantangan tersendiri bagi BUMD.

Namun, ia menegaskan bahwa fleksibilitas yang dimiliki oleh BUMD di bawah naungan Pemprov Sumut menjadi modal utama. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel ke depannya.

Menanggapi rencana tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menekankan pentingnya penguatan ekosistem bisnis sebelum perusahaan melakukan IPO. Menurutnya, calon emiten harus memiliki nilai jual yang unik bagi para investor di pasar modal.

Saidu menyoroti peran Pemprov Sumut dalam melibatkan Bank Sumut sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah. Narasi mengenai keterlibatan aktif BUMD dalam ekosistem ekonomi lokal menjadi poin krusial yang dapat ditawarkan kepada publik saat proses penawaran saham berlangsung.

Di tingkat nasional, BEI mencatat tren positif dalam pipeline perusahaan yang akan melantai di bursa. Hingga 28 Agustus 2026, terdapat tujuh perusahaan yang sedang mengantre untuk melakukan IPO.

Data klasifikasi aset berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017 menunjukkan komposisi calon emiten yang cukup beragam. Tiga perusahaan di antaranya merupakan perusahaan skala besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar.

Dua perusahaan lainnya masuk dalam kategori skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, dua perusahaan sisanya merupakan perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Hingga penutupan data per 28 Agustus 2026, BEI telah mencatat tujuh perusahaan yang sukses melakukan pencatatan saham perdana sepanjang tahun ini. Total dana yang berhasil dihimpun melalui mekanisme IPO mencapai Rp 2,16 triliun.

Daftar antrean calon emiten tersebut tersebar ke dalam berbagai sektor industri. Rinciannya meliputi satu perusahaan dari sektor industri, empat dari sektor kesehatan, satu dari sektor energi, dan satu dari sektor konsumer non-siklikal.

Dorongan IPO bagi BUMD di Sumatra Utara ini juga selaras dengan agenda besar pemerintah pusat melalui BP BUMN dan Danantara. Lembaga tersebut saat ini tengah mengkaji sejumlah BUMN untuk didorong masuk ke pasar modal guna mengoptimalkan nilai aset negara.

Tantangan bagi Bank Sumut sendiri dalam meningkatkan nilai perusahaan tidak terlepas dari rekam jejak tata kelola. Sebelumnya, Bank Sumut juga telah terlibat dalam program strategis nasional, seperti penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) senilai Rp 44,5 miliar guna mendukung sektor perkebunan di wilayah tersebut.