Bursa Saham

Laba Amman Mineral Melesat 111%, UOB KayHian Targetkan Saham AMMN Rp7.000

48
×

Laba Amman Mineral Melesat 111%, UOB KayHian Targetkan Saham AMMN Rp7.000

Sebarkan artikel ini
Pekerja meninjau fasilitas pengolahan konsentrat dan logam mulia di lokasi tambang Amman Mineral.
PT Amman Mineral Internasional Tbk mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 111% pada kuartal II 2026.

JAKARTA – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan pada kuartal II 2026 sebesar US$ 337,8 juta. Capaian ini mencerminkan pemulihan kinerja perusahaan sebesar 110,9% secara kuartalan, setelah sempat membukukan rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan konsentrat dan kenaikan produksi emas olahan. Hal ini sejalan dengan optimalisasi fasilitas precious metals refinery (PMR) milik perusahaan.

Sepanjang kuartal II 2026, penjualan bersih perseroan mencapai US$ 1,24 miliar. Angka ini tumbuh 54% dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 589,6% secara tahunan.

Lonjakan pendapatan tersebut berdampak langsung pada laba kotor yang naik 81,6% menjadi US$ 622 juta. Margin laba kotor perusahaan pun tercatat menguat ke level 50% dari posisi 42,4% pada kuartal pertama tahun ini.

Efisiensi operasional turut menjadi faktor kunci bagi peningkatan profitabilitas AMMN. Beban operasional perseroan berhasil ditekan sebesar 4,4% menjadi US$ 27 juta, sehingga laba operasional tercatat meningkat 89,3% menjadi US$ 595 juta.

Secara kumulatif, laba bersih AMMN pada semester I 2026 mencapai US$ 498 juta. Angka ini merupakan pembalikan kondisi dari kerugian sebesar US$ 149 juta pada semester I 2025.

Pencapaian semester pertama ini setara dengan 43% dari proyeksi laba tahunan UOB KayHian dan 53% dari konsensus pasar. Sementara itu, EBITDA perusahaan melonjak drastis hingga 1.207% secara tahunan menjadi US$ 1,13 miliar.

Peningkatan produksi didukung oleh volume penjualan konsentrat yang mencapai 90.066 dry metric tonnes (dmt) pada kuartal II 2026. Angka tersebut tercatat tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan volume pada kuartal I 2026.

Harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) tembaga dalam konsentrat juga mengalami kenaikan menjadi US$ 7,10 per pound. Selain itu, manajemen telah menaikkan panduan produksi emas dalam konsentrat tahun 2026 sebesar 34% menjadi 775.000 ons.

Pembaruan data cadangan JORC turut memberikan sentimen positif dengan memperpanjang umur tambang Batu Hijau hingga 2031/2032. Cadangan bijih di lokasi tersebut meningkat 10,2% menjadi 777 juta ton.

Proyek Elang juga menunjukkan progres strategis dengan peningkatan cadangan sebesar 2% menjadi 2,58 miliar ton. Perusahaan menargetkan keputusan investasi final atau final investment decision (FID) untuk proyek tersebut pada 2027.

Melihat fundamental yang solid, UOB KayHian Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham AMMN. Target harga yang ditetapkan berada di level Rp 7.000 per saham dengan mempertimbangkan valuasi EV/EBITDA yang atraktif.

Sentimen positif lainnya datang dari peningkatan bobot AMMN dalam indeks VanEck Gold Miners ETF (GDX) menjadi 0,74%. Perubahan komposisi indeks ini telah efektif berlaku sejak 18 September 2026.

Meski prospek dinilai cerah, analis tetap mengingatkan adanya risiko pasar. Faktor yang perlu diwaspadai meliputi fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian kebijakan pemerintah, serta stabilitas nilai tukar.