Bursa Saham

Direksi Triputra Agro Jual 550.000 Saham TAPG Senilai Rp998 Juta

65
×

Direksi Triputra Agro Jual 550.000 Saham TAPG Senilai Rp998 Juta

Sebarkan artikel ini
Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk George Oetomo melepas 550.000 lembar saham TAPG.
Direksi PT Triputra Agro Persada Tbk, George Oetomo, melakukan divestasi 550.000 lembar saham TAPG senilai Rp998 juta.

JAKARTA – Direksi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), George Oetomo, resmi melakukan divestasi atas kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut sebanyak 550.000 lembar saham. Transaksi pelepasan aset ini tercatat dilakukan pada 18 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/8/2026), George melepas saham tersebut di harga Rp1.815 per lembar. Total nilai transaksi dari penjualan saham ini mencapai sekitar Rp998,25 juta.

Tujuan dari aksi korporasi tersebut adalah murni untuk divestasi. Pihak manajemen memastikan bahwa tidak terdapat perjanjian pembelian kembali atau repurchase agreement dalam transaksi tersebut.

Status kepemilikan saham yang dilepas oleh George Oetomo adalah kepemilikan langsung. Pasca transaksi, jumlah saham yang dimiliki George di Triputra Agro Persada berkurang dari sebelumnya 56,46 juta saham menjadi 55,91 juta saham.

Perubahan jumlah saham ini juga berdampak pada porsi hak suara George Oetomo di perusahaan. Saat ini, persentase kepemilikan sahamnya turun menjadi 0,2816% dari posisi sebelumnya yang berada di angka 0,2844%.

Aksi divestasi ini berlangsung di tengah tren positif pergerakan harga saham TAPG di pasar modal. Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 15.04 WIB, harga saham TAPG terpantau menguat 4,37% ke level Rp1.910 per saham.

Secara akumulatif, kinerja saham TAPG dalam periode lima hari terakhir tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,52%. Penguatan harga ini mencerminkan dinamika pasar yang merespons positif terhadap kinerja emiten di sektor perkebunan kelapa sawit tersebut.

Di pasar komoditas dan aset investasi lainnya, pergerakan harga saham saat ini sering kali menjadi perhatian investor di tengah fluktuasi nilai aset. Selain saham, masyarakat investor juga kerap memantau instrumen lain seperti emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, fluktuasi harga aset menjadi rutinitas penting bagi para pelaku pasar. Analisis mendalam mengenai nilai jual dan beli aset, baik berupa saham maupun logam mulia, tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Keberhasilan emiten dalam menjaga stabilitas harga saham di bursa sering kali berbanding lurus dengan kepercayaan investor terhadap tata kelola perusahaan. Transparansi dalam setiap transaksi oleh pihak internal, seperti yang dilakukan oleh jajaran direksi TAPG, merupakan bagian dari pemenuhan aturan keterbukaan informasi publik.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana George Oetomo terkait sisa kepemilikan sahamnya di Triputra Agro Persada. Publik tetap dapat memantau perkembangan kepemilikan saham melalui laman resmi keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.