IndustriNewsPeristiwaTransportasi

Bencana Alam Turut Hantam Sektor Rental Mobil di Sumbar

1109
×

Bencana Alam Turut Hantam Sektor Rental Mobil di Sumbar

Sebarkan artikel ini

‎Taufik menilai sejumlah titik terdampak bencana turut memengaruhi psikologis calon pengguna layanan transportasi. ‎

Ilustrasi rental mobil. Foto : Pexels Tomfisk
Ilustrasi rental mobil. Foto : Pexels Tomfisk

Padang – Dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat turut memukul sektor transportasi, termasuk usaha rental kendaraan.
‎
‎Salah seorang pengusaha rental mobil Taufik mengungkapkan kondisi usahanya mengalami penurunan tajam sejak bencana terjadi.
‎
‎”Permintaan rental mobil turun drastis, terutama dari pelanggan individu maupun organisasi yang biasanya memiliki agenda akhir tahun seperti outing dan gathering,” kata pemilik rental, Amaitrans tersebut di Padang, Selasa (9/12/2025).
‎
‎Dia menjelaskan kondisi berbeda justru terjadi pada armada bus pariwisata. Hal ini berkaitan dengan banyaknya jalan penghubung yang terputis.
‎
‎“Kalau untuk bus pariwisata hampir di kondisi mati total menurut saya,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, sebelum bencana aktivitas usaha masih berjalan cukup normal.
‎
‎Namun setelah banjir dan longsor melanda, seluruh pemesanan dibatalkan tanpa kepastian kapan keadaan akan pulih.
‎
‎“Sebelum bencana masih normal, setelah bencana semua cancel (batal). Dan tidak sampai kapan,” ungkapnya.
‎
‎Taufik menilai sejumlah titik terdampak bencana turut memengaruhi psikologis calon pengguna layanan transportasi.
‎
‎Dia mencontohkan kondisi di kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang, yang disebutnya berpotensi menimbulkan trauma bagi masyarakat.
‎
‎”Banyak yang bilang agak takut melewati kesana, apalagi orang luar Sumbar,” katanya.
‎
‎Dalam situasi saat ini, kata Taufik, pengguna jasa rental sebagian besar hanya berasal dari kawasan Kota Padang.
‎
‎“Hari ini yang pakai mobil rental rata-raya hanya orang dari dalam Kota Padang,” katanyam
‎
‎Namun masih ada pelanggan dari luar Sumbar, tapi rata-rata dari instansi yang berkaitan dengan penanganan bencana.
‎
‎”Kalau dari luar Padang hampir dipastikan instansi,” jelasnya.
‎
‎Dengan kondisi itu, sektor wisata pun juga turun drastis.
‎
‎“Kalau dari segi wisatawan saya rasa turun sekaki, baik domestik maupun luar,” ujarnya.
‎
‎Sebagai pelaku usaha, Taufik berharap pemulihan dapat berlangsung sebelum memasuki bulan Ramadan 2026 mendatang.
‎
‎Dia menyebut momentum Idul Fitri menjadi periode paling dinantikan para pengusaha rental setiap tahun.
‎
‎“Harapan ya pulih sebelum puasa (2026) karna hari raya Idul Fitri yang akan disambut sekali setahun oleh pengusaha rental,” tuturnya.
‎
‎Kondisi yang disampaikan Taufik menggambarkan betapa kerasnya dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi di Sumatera Barat, termasuk usaha yang bergantung pada mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.