Investasi

Danantara Suntik Dana Rp17,76 Triliun ke Manajer Aset Partners Group

53
×

Danantara Suntik Dana Rp17,76 Triliun ke Manajer Aset Partners Group

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menempatkan dana investasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,76 triliun kepada manajer aset asal Swiss, Partners Group. Langkah strategis ini menandai ekspansi besar-besaran lembaga pengelola kekayaan negara Indonesia tersebut ke sektor kredit swasta global.

Investasi tersebut terbagi ke dalam dua alokasi utama sesuai dengan mandat yang diberikan. Sebanyak US$ 600 juta atau sekitar Rp 10,65 triliun dikhususkan untuk peluang pinjaman langsung atau direct lending.

Sementara itu, sisa dana sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 7,10 triliun dialokasikan ke dalam tranche diskresioner. Dana tersebut akan dikelola Partners Group bersama dengan modal investasi bersama atau co-investment.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa langkah ini tidak sekadar mengejar imbal hasil semata. Investasi tersebut juga bertujuan untuk memfasilitasi transfer pengetahuan guna memperkuat kapasitas investasi Indonesia di masa depan.

Pandu menegaskan bahwa modal yang ditempatkan di pasar internasional akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Fokus utama investasi di Partners Group adalah membidik peluang pinjaman di seluruh Asia, dengan prioritas khusus pada pasar domestik Indonesia.

Danantara sendiri saat ini memegang mandat besar untuk mengelola ratusan badan usaha milik negara (BUMN). Nilai aset di bawah kelolaan lembaga ini tercatat mencapai US$ 900 miliar.

Sebagai bagian dari penguatan strategi investasi, Danantara telah merekrut tenaga profesional dari GIC Singapura. Langkah ini dilakukan untuk memimpin portofolio investasi di pasar swasta global yang terus berkembang.

Sebelumnya, Danantara mencatatkan langkah serupa dengan menyepakati investasi senilai US$ 2,5 miliar pada awal Agustus. Dana tersebut ditempatkan pada perusahaan patungan yang mengelola operasional JBS NV di Australia dan Selandia Baru.

Di sisi lain, kinerja sektor pertambangan nasional juga menunjukkan tren positif di tengah dinamika investasi global. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) baru saja melaporkan laba periode berjalan sebesar Rp 6,91 triliun hingga semester I 2026.

Capaian laba perusahaan pelat merah tersebut meningkat 34 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Penguatan kinerja BUMN ini mencerminkan stabilitas fundamental ekonomi domestik di tengah upaya Danantara melakukan diversifikasi aset.

Partners Group, yang mengelola aset lebih dari US$ 186 miliar, menyatakan bahwa mandat US$ 1 miliar ini akan menyasar peluang pinjaman senior dan junior di kawasan Asia Pasifik. Struktur investasi ini dirancang sebagai evergreen tanpa batas waktu yang jelas.

Langkah Danantara ini menempatkan Indonesia sebagai pemain aktif dalam industri kredit swasta global yang bernilai US$ 1,8 triliun. Strategi ini serupa dengan langkah yang diambil oleh lembaga investasi negara lain seperti Temasek Holdings dan Mubadala Investment Co.