JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional. Program ini mencakup inisiatif magang bagi lulusan baru, pendidikan vokasi, hingga pelatihan ulang bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Langkah ini diambil di tengah dinamika perubahan teknologi global serta kebutuhan industri yang terus berkembang pesat.
Pemerintah secara khusus menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru. Peserta program ini akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri selama enam bulan dengan dukungan upah yang ditanggung oleh negara.
Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah mengalokasikan Rp2,12 triliun untuk program vokasi. Sebanyak 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditargetkan dapat terserap langsung ke dalam dunia industri melalui program ini.
Program pelatihan ulang atau retraining juga disiapkan bagi masyarakat yang mengalami PHK. Inisiatif ini dirancang agar tenaga kerja memiliki keahlian baru yang relevan, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun peluang kerja di luar negeri.
Airlangga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang diprediksi akan menjadi pengubah permainan (game changer) di berbagai sektor ekonomi. Pemerintah kini mulai membangun kapasitas SDM untuk mendukung ekosistem semikonduktor melalui kemitraan strategis.
Melalui kerja sama dengan perusahaan desain semikonduktor Arm Limited, Indonesia menargetkan pelatihan bagi 15 ribu peserta. Program ini diharapkan dapat memposisikan tenaga kerja lokal dalam rantai pasok industri teknologi global.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan kapasitas SDM sangat bergantung pada kesinambungan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dinilai krusial untuk memastikan kurikulum pendidikan relevan dengan kebutuhan industri.
Pemerintah mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,45 persen pada semester pertama 2026. Capaian ini menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir di tengah stabilitas inflasi yang terjaga di angka 2,8 persen.
Pengembangan SDM ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola tantangan ekonomi makro yang lebih luas. Di tengah beban utang negara yang mencapai Rp10.293,69 triliun per Juni 2026, efisiensi anggaran melalui investasi SDM dinilai sebagai langkah strategis.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam merampingkan birokrasi dan realokasi anggaran yang lebih produktif. Fokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.






