Bursa Saham

Swayasa Prakarsa Resmi Gelar Bookbuilding IPO, Harga Saham Rp130-Rp140

49
×

Swayasa Prakarsa Resmi Gelar Bookbuilding IPO, Harga Saham Rp130-Rp140

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran dengan logo PT Swayasa Prakarsa Tbk saat proses penawaran umum perdana saham atau IPO
PT Swayasa Prakarsa Tbk resmi memulai masa penawaran awal atau bookbuilding saham perdana dengan rentang harga Rp130-Rp140.

JAKARTA – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), entitas manufaktur produk kesehatan yang terafiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi memulai masa penawaran awal atau bookbuilding saham perdana pada Senin (24/8/2026). Perusahaan menawarkan sebanyak 323 juta saham kepada publik dengan rentang harga Rp130 hingga Rp140 per lembar.

Jumlah saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik perolehan dana segar maksimal sebesar Rp45,22 miliar.

PT Sukadana Prima Sekuritas telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses IPO ini. Seluruh dana yang terkumpul rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, kebutuhan belanja modal, serta pelunasan utang perusahaan.

Secara rinci, sebesar 39,5% dana IPO atau sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Anggaran tersebut difokuskan pada pembelian bahan baku serta kegiatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) alat kesehatan.

Sebanyak 30,5% atau Rp12,2 miliar akan dialokasikan untuk belanja modal. Dana ini ditujukan untuk pembangunan fasilitas pusat distribusi baru yang berlokasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sisanya, yakni 30% atau sekitar Rp12 miliar, akan digunakan untuk pembayaran utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri dan Yayasan UGM. Langkah ini diambil sebagai upaya perseroan dalam menyehatkan struktur permodalan.

Swayasa Prakarsa dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada komersialisasi riset di bidang kesehatan. Portofolio bisnis mereka mencakup manufaktur alat kesehatan elektromedis dan non-elektromedis, serta pengembangan produk herbal dan pangan sehat.

Beberapa merek produk yang telah dipasarkan oleh perseroan antara lain INASHUNT, Gama-CHA, dan Venindo. Sementara untuk kategori pangan dan herbal, perusahaan mengandalkan lini bisnis Gama Herbal Indonesia serta Gamafood.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp7,12 miliar pada tahun buku 2025. Pada periode yang sama, perusahaan berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,42 miliar.

Hingga 28 Februari 2026, total aset Swayasa Prakarsa tercatat sebesar Rp31,78 miliar. Posisi liabilitas perusahaan berada di angka Rp14,46 miliar, dengan total ekuitas mencapai Rp17,31 miliar.

Setelah proses IPO selesai, jumlah saham beredar perseroan diproyeksikan mencapai 1,066 miliar saham. Dengan harga penawaran Rp130-Rp140, kapitalisasi pasar SWAP diperkirakan berada di kisaran Rp138,58 miliar hingga Rp149,24 miliar.

Valuasi saham SWAP diperkirakan memiliki price to book value (PBV) sebesar 2,25 kali hingga 2,43 kali. Sementara itu, rasio price to earnings (PER) diproyeksikan berada di angka 97,7 kali hingga 105,2 kali.

Jadwal bookbuilding berlangsung pada 24-27 Agustus 2026. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 2-8 September 2026, dengan target pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 10 September 2026.