JAKARTA – Pengendali sekaligus pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, bersama putrinya, Elaine Low, resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) dengan PT Jhonlin Baratama. Kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam rencana pengalihan kepemilikan saham di emiten batu bara raksasa tersebut kepada pihak pembeli.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (17/9/2026), transaksi ini mencakup pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam ini diproyeksikan menjadi pemegang saham pengendali baru setelah seluruh proses rampung.
Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan resmi memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan.
Pihak manajemen BYAN menegaskan bahwa rencana akuisisi ini tidak akan memberikan dampak material negatif terhadap operasional perusahaan. Kegiatan bisnis, aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan dipastikan tetap berjalan normal selama dan setelah proses transisi berlangsung.
Rencana pengambilalihan ini sebelumnya telah menjadi sorotan pasar selama beberapa waktu terakhir. Kabar mengenai niat Haji Isam untuk mengakuisisi sekitar 62,2% saham BYAN senilai US$ 5,5 miliar sempat memicu spekulasi luas di kalangan pelaku pasar modal Indonesia.
Meskipun isu akuisisi ini sempat beredar, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), salah satu emiten milik Haji Isam, sempat membantah keterlibatan langsung entitasnya dalam proses akuisisi tersebut. Namun, penandatanganan perjanjian jual beli dengan PT Jhonlin Baratama kini mengonfirmasi bahwa langkah akuisisi memang berada dalam tahap eksekusi yang nyata.
Di sisi lain, pergerakan harga saham BYAN pada perdagangan Kamis (17/9/2026) terpantau menguat 1,14% ke level Rp 11.525 per saham. Meski mencatatkan penguatan harian, secara tahun berjalan atau year-to-date, harga saham BYAN tercatat masih mengalami pelemahan sebesar 26,59%.
Sebagai informasi, Bayan Resources merupakan perusahaan tambang batu bara terintegrasi yang memiliki proyek strategis utama di Tabang/Pakar. Proyek tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi lebih dari 60 juta ton per tahun, yang menjadikannya salah satu aset tambang batu bara paling bernilai di Indonesia.
Langkah Low Tuck Kwong untuk melepas kepemilikan sahamnya dipandang sebagai manuver signifikan dalam peta industri pertambangan nasional. Mengingat nilai kapitalisasi pasar BYAN yang mencapai kisaran US$ 28 miliar, transaksi ini berpotensi menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor energi Indonesia tahun ini.






