Valuta

Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas Hari Ini, Simak Proyeksi Kursnya

40
×

Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas Hari Ini, Simak Proyeksi Kursnya

Sebarkan artikel ini
Papan layar digital menampilkan grafik pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Jumat (18/9/2026).

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Tekanan ini dipicu oleh tingginya imbal hasil aset dolar Amerika Serikat (AS) serta dinamika geopolitik global yang terus membayangi pasar keuangan domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (17/9/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp 17.753 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat pelemahan serupa ke posisi Rp 17.753 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.712 per dolar AS.

Pelemahan ini utamanya disebabkan oleh penyesuaian pasar atau repricing terhadap keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan FOMC sebesar 25 basis poin. Kebijakan tersebut membawa suku bunga acuan AS ke kisaran 3,75%–4,00%, yang memicu penataan ulang portofolio oleh para investor global.

Selain faktor suku bunga, pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah Brent di pasar global. Meskipun sempat terjadi kekhawatiran pasokan, perkembangan dialog antara AS dan Houthi di Yaman memberikan sentimen positif yang meredakan ketegangan harga komoditas tersebut.

Dari sisi eksternal, pasar merespons pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang memberi sinyal potensi pengetatan kebijakan lebih lanjut guna menekan laju inflasi. Hal ini turut menjaga yield US Treasury tenor 10 tahun tetap berada di level tinggi, yakni di kisaran 5%.

Di sisi lain, kebijakan domestik menjadi penopang stabilitas mata uang Garuda. Pengamat ekonomi menilai langkah preemptive Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin dinilai efektif dalam menjaga likuiditas valuta asing.

Strategi tersebut terbukti mampu menjaga cadangan devisa nasional tetap kokoh di level US$ 146,5 miliar. Selain itu, komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal serta arah kebijakan BI-Rate yang diproyeksikan bertahan di level 5,75% memberikan bantalan bagi nilai tukar.

Pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat sangat bergantung pada volatilitas pasar obligasi AS dan komoditas. Jika yield obligasi AS mengalami penurunan dan harga minyak melanjutkan koreksi, rupiah berpeluang bergerak lebih stabil.

Fundamental makroekonomi yang perlahan menguat juga menjadi faktor penting yang memperkuat posisi tawar rupiah di tengah tekanan eksternal. Stabilitas ini diharapkan dapat meredam dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global.

Dalam skenario perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp 17.720 hingga Rp 17.800 per dolar AS. Estimasi lain menyebutkan mata uang domestik akan berfluktuasi di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.790 per dolar AS hingga penutupan pasar.