Bursa Saham

IHSG Menguat, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Jumat 4 September

56
×

IHSG Menguat, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Jumat 4 September

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup menguat 1,09% ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan penguatan 1,09% ke level 6.667,89. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari pasar global, apresiasi nilai tukar rupiah, hingga penguatan harga sejumlah komoditas utama.

Head of Research KISI, Muhammad Wafi, menilai penguatan hari ini merupakan rebound signifikan setelah indeks sempat bergerak volatil. Faktor domestik, seperti konfirmasi Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia serta inflasi Agustus yang terjaga, menjadi katalis utama bagi pasar.

Sentimen positif juga datang dari pasar global, di mana mayoritas bursa Asia mengalami penguatan. Selain itu, penurunan yield US Treasury turut meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian geopolitik di kawasan Selat Hormuz.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa kenaikan harga emas dan batu bara memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan indeks. Penguatan rupiah terhadap dolar AS pun menjadi faktor pendukung yang memperkuat posisi IHSG dalam sesi perdagangan hari ini.

Secara teknikal, Wafi mencatat IHSG telah melakukan breakout krusial setelah berhasil menembus area resistance di kisaran 6.635–6.666. Momentum ini menunjukkan kekuatan tren beli yang masih dominan di pasar saham domestik.

Meski demikian, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Mengingat adanya kenaikan tajam sepanjang pekan ini, aksi ambil untung atau profit taking menjadi risiko yang perlu dimitigasi.

Untuk perdagangan Jumat (4/9/2026), Herditya memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di level 6.655 dan resistance di 6.714. Sementara itu, Alrich Paskalis Tambolang dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan indeks berpeluang menguji level 6.705 dengan support di 6.600.

Pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data ekonomi krusial dari Amerika Serikat, yakni nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran. Data tersebut akan menjadi acuan bagi investor dalam memprediksi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain data ekonomi AS, investor juga mencermati pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September mendatang. Pertemuan ini akan membahas kebijakan produksi minyak untuk bulan Oktober yang berpotensi memengaruhi volatilitas harga energi global.

Terkait strategi investasi, sejumlah analis memberikan rekomendasi bagi pelaku pasar. Wafi merekomendasikan saham CDIA dengan strategi trading buy pada area 660–690, serta SMRA pada kisaran 316–322.

Sementara itu, Alrich menyarankan investor untuk mencermati saham JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI. Rekomendasi lainnya mencakup saham ASII pada kisaran 5.125–5.200 dan BMRI di level 4.510–4.590 untuk memanfaatkan momentum pasar saat ini.