Investasi

Pasar Kripto Masih Volatil, Bitcoin dan Ether Berpotensi Terkoreksi Hari Ini

42
×

Pasar Kripto Masih Volatil, Bitcoin dan Ether Berpotensi Terkoreksi Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga Bitcoin dan Ether yang menunjukkan tren pelemahan di pasar kripto.
Bitcoin dan Ether mencatatkan koreksi harga di tengah minimnya katalis pasar pada Senin (31/8/2026).

JAKARTA – Pasar kripto global kembali menunjukkan tren pelemahan pada Senin (31/8/2026), dengan Bitcoin dan Ether mencatatkan koreksi di tengah minimnya katalis fundamental yang mampu mendorong harga ke level lebih tinggi. Sentimen makroekonomi, terutama kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), masih menjadi penentu utama pergerakan aset digital saat ini.

Berdasarkan data CoinMarketCap per pukul 20.08 WIB, Bitcoin diperdagangkan pada level US$ 78.029. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 0,88% dalam kurun waktu 24 jam terakhir dan pelemahan 1,30% selama sepekan.

Kondisi serupa dialami oleh aset kripto terbesar kedua, Ether, yang berada di posisi US$ 2.454. Aset ini mencatat penurunan harian sebesar 0,51% dan terkoreksi 2,13% dalam periode tujuh hari terakhir.

Para analis menilai bahwa absennya katalis fundamental yang kuat membuat pergerakan harga Bitcoin dan Ether sangat bergantung pada ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Harapan investor terhadap perubahan suku bunga The Fed menjadi variabel yang paling memengaruhi volatilitas harga.

Investor saat ini disarankan untuk tetap selektif dalam menentukan aset investasi. Fokus utama sebaiknya tetap tertuju pada aset kripto berkapitalisasi besar, sementara aset dengan kapitalisasi kecil dinilai memiliki profil risiko yang terlalu tinggi untuk investor ritel.

Strategi dollar-cost averaging (DCA) menjadi langkah yang direkomendasikan bagi pelaku pasar untuk menghadapi ketidakpastian ini. Dengan melakukan pembelian aset secara bertahap, investor dapat meminimalisir dampak volatilitas harga yang ekstrem.

Strategi ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko masuk ke pasar pada titik harga yang kurang menguntungkan. Namun, investor tetap diingatkan untuk menyesuaikan alokasi modal dengan profil risiko masing-masing.

Prospek pasar hingga akhir tahun 2026 masih dibayangi oleh potensi tekanan jual lebih lanjut. Analisis pasar menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk terkoreksi kembali ke kisaran US$ 50.000.

Sementara itu, harga Ether diprediksi berpotensi kembali turun dan menembus level di bawah US$ 2.000. Risiko koreksi mendalam tersebut dapat terjadi jika muncul sentimen negatif baru yang secara fundamental mampu mengubah persepsi pasar.

Dinamika pasar kripto saat ini juga terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas global. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, misalnya, turut memberikan pengaruh terhadap volatilitas pasar keuangan secara keseluruhan.

Di sisi lain, industri kripto sedang mengalami transformasi struktural, di mana beberapa perusahaan mulai beralih dari penambangan Bitcoin ke infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi. Langkah ini diambil menyusul penurunan pendapatan yang signifikan pada kuartal kedua tahun ini.

Para pelaku pasar diharapkan terus memantau data makroekonomi yang dirilis, seperti laporan ketenagakerjaan dan data indeks manajer pembelian (PMI). Data-data tersebut sering kali menjadi pemicu perdebatan mengenai risiko stagflation yang juga berdampak pada aset berisiko seperti kripto.