Bursa Saham

Wadirut GOTO Catherine Hindra Sutjahyo Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi

87
×

Wadirut GOTO Catherine Hindra Sutjahyo Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi

Sebarkan artikel ini
Catherine Hindra Sutjahyo, Wakil Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Wakil Direktur Utama GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo, resmi mengundurkan diri karena alasan pribadi.

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama perusahaan. Keputusan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan bahwa manajemen telah menerima surat permohonan pengunduran diri tersebut pada 28 Agustus 2026. Catherine memutuskan untuk melepas jabatannya dengan alasan pribadi dan keluarga.

Manajemen GOTO memastikan bahwa seluruh proses transisi ini akan mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, langkah tersebut juga akan disesuaikan dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan yang berlaku bagi emiten terbuka.

Agenda pengunduran diri Catherine akan dimintakan persetujuan secara formal kepada para pemegang saham. Persetujuan tersebut dijadwalkan akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Hingga pelaksanaan RUPSLB tersebut, Catherine tetap mengikuti ketentuan yang berlaku bagi perusahaan terbuka terkait proses pengunduran diri anggota direksi. Pihak perseroan hingga saat ini belum memberikan keterangan mengenai sosok pengganti atau rencana perubahan susunan direksi lebih lanjut.

Koesoemohadiani menegaskan bahwa perubahan jajaran direksi ini tidak berdampak negatif terhadap operasional perusahaan. Kondisi hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha GOTO dipastikan tetap berjalan normal pasca pengumuman tersebut.

Pengunduran diri ini terjadi di tengah momentum positif kinerja keuangan GOTO. Pada kuartal II tahun 2026, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp252 miliar, yang merupakan laba bersih kedua secara berturut-turut.

Pencapaian laba tersebut meningkat 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan tercatat mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat secara tahunan (YoY), menembus angka Rp1 triliun.

Di sisi lain, GOTO saat ini tengah menghadapi tantangan strategis terkait kebijakan komisi. Perusahaan melakukan penyesuaian dengan memangkas komisi menjadi 8 persen, yang menjadi ujian baru bagi efisiensi kinerja operasional perseroan ke depan.

Meski demikian, analis pasar memperkirakan bahwa langkah tersebut tidak akan memberikan guncangan signifikan terhadap fundamental perusahaan. Fokus manajemen saat ini tetap tertuju pada penguatan profitabilitas setelah berhasil mencatatkan kinerja positif dalam beberapa periode terakhir.

Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, operasional GOTO tetap berlangsung seperti biasa. Publik kini menanti hasil RUPSLB pada Oktober mendatang untuk mengetahui arah kebijakan susunan direksi perusahaan selanjutnya.