JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 1,81% ke level 6.521,75 pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026). Penguatan ini terjadi setelah pasar saham domestik sempat tertekan dan ditutup di zona merah pada sesi perdagangan sebelumnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan IHSG sepanjang hari berada dalam rentang level terendah 6.376 hingga level tertinggi 6.521. Momentum penguatan indeks didorong oleh dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan harga.
Tercatat sebanyak 553 saham berhasil menguat dan menjadi penopang utama kenaikan indeks hari ini. Sementara itu, 96 saham terpantau mengalami pelemahan dan 138 saham lainnya ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total volume transaksi mencapai 36,76 miliar saham. Adapun nilai transaksi harian yang dibukukan oleh investor di BEI mencapai Rp 13,69 triliun.
Kendati IHSG mengalami reli yang cukup kuat, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar. Nilai penjualan bersih oleh investor asing pada perdagangan hari ini mencapai Rp 262,11 miliar.
Namun, di balik aksi jual bersih tersebut, investor asing terpantau masih mengakumulasi sejumlah saham tertentu. Beberapa emiten mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang cukup besar dari investor asing.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menempati urutan pertama saham dengan net buy terbesar senilai Rp 45,11 miliar. Posisi kedua diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp 41,7 miliar.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 35,42 miliar. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menyusul dengan nilai Rp 33,87 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan Rp 31,01 miliar.
Dalam daftar sepuluh besar saham yang paling banyak diborong asing, terdapat pula PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp 30,98 miliar. Berikutnya adalah PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebesar Rp 22,12 miliar.
Melengkapi daftar tersebut, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan net buy sebesar Rp 20,58 miliar. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyusul dengan nilai Rp 19,91 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menutup daftar dengan nilai Rp 18,03 miliar.
Kombinasi antara kenaikan indeks yang didorong oleh sentimen domestik dengan aksi jual bersih investor asing menunjukkan dinamika pasar yang kontras. Investor saat ini terus mencermati pergeseran portofolio asing di tengah tren pemulihan indeks saham nasional.





