Emas

Harga Emas Antam dan Dunia Diprediksi Menguat Sepekan ke Depan

13
×

Harga Emas Antam dan Dunia Diprediksi Menguat Sepekan ke Depan

Sebarkan artikel ini
Tumpukan emas batangan Antam dengan latar belakang grafik pergerakan harga komoditas
Harga emas Antam dan dunia diprediksi melanjutkan tren penguatan dalam sepekan ke depan.

JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan dalam sepekan ke depan. Hingga Minggu (23/8/2026), harga emas Antam berada di level Rp 2.740.000 per gram, sementara harga emas dunia tercatat di angka US$ 4.607 per troy ons.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas akan bergerak dalam rentang Rp 2.600.000 hingga Rp 2.864.000 per gram pada pekan depan. Untuk harga emas global, level support diprediksi berada di US$ 4.437 per troy ons dengan resistance di US$ 4.766 per troy ons.

Ibrahim menilai kenaikan harga emas didorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik global. Salah satu pemicunya adalah rencana Amerika Serikat memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran, yang dibalas dengan ancaman penutupan jalur Selat Hormuz.

Situasi di Timur Tengah semakin memanas menyusul serangan Israel ke wilayah Suriah. Selain itu, konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina yang telah memakan ratusan ribu korban jiwa turut meningkatkan ketidakpastian pasar global.

Faktor lain yang memengaruhi pergerakan logam mulia adalah kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat terkait pengelolaan utang. Pemerintah AS dilaporkan meningkatkan rencana buyback obligasi dari US$ 2 miliar menjadi lebih dari US$ 4 miliar per operasi.

Langkah tersebut menyebabkan investor melepas obligasi AS dan mengalihkan asetnya ke emas sebagai instrumen safe haven. Akibatnya, imbal hasil atau yield obligasi tenor 10 hingga 30 tahun mengalami penurunan yang signifikan.

Dari sisi kebijakan moneter, sikap Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang memberikan sinyal tidak akan menaikkan suku bunga menjadi sorotan pelaku pasar. Meski sejumlah pejabat bank sentral lainnya mewaspadai inflasi, tensi geopolitik diperkirakan tetap menjadi faktor dominan yang menopang harga emas.

Permintaan emas oleh bank sentral global juga diprediksi akan kembali meningkat pada kuartal III-2026. Tren ini sejalan dengan data semester I-2026 yang mencatat kenaikan volume permintaan emas sebesar 2% dari sektor perbankan sentral.

Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir memang menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di berbagai daerah. Di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, harga emas sempat dilaporkan naik hingga Rp 100.000 per gram dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, di beberapa wilayah lain, harga emas perhiasan cenderung lebih stabil dibandingkan emas batangan. Sebagai contoh, harga emas perhiasan di Martapura sempat bertahan tanpa perubahan selama periode tertentu di awal Agustus.

Investor kini diminta untuk mencermati dinamika geopolitik dan kebijakan bank sentral sebagai penentu arah harga emas ke depan. Mengingat adanya indikasi kenaikan harga yang terus berlanjut, para pelaku pasar cenderung mengamankan posisi dalam aset fisik.