Valuta

Prospek Penguatan AUD, CAD, dan NZD: Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

49
×

Prospek Penguatan AUD, CAD, dan NZD: Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan nilai tukar mata uang AUD, CAD, dan NZD terhadap USD di pasar valuta asing
Mata uang berbasis komoditas diproyeksikan memiliki peluang penguatan terhadap USD hingga akhir tahun 2026.

JAKARTA – Mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia (AUD), dolar Kanada (CAD), dan dolar Selandia Baru (NZD) diproyeksikan masih memiliki peluang penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga akhir tahun 2026. Meskipun volatilitas pasar valuta asing tetap tinggi, fundamental komoditas dianggap mampu menopang kinerja ketiga mata uang tersebut.

Berdasarkan data perdagangan per Jumat (28/8/2026), pasangan AUD/USD berada di level 0,7161 setelah terkoreksi 0,45%. Pasangan NZD/USD juga mencatatkan pelemahan 0,61% ke level 0,5914, sementara USD/CAD menguat 0,33% ke level 1,3900.

Analis pasar menilai pergerakan mata uang komoditas tidak akan berjalan secara linear akibat tingginya dinamika pasar global. Investor disarankan untuk menerapkan strategi pembelian bertahap, terutama saat terjadi koreksi harga di pasar.

Pemilihan mata uang harus disesuaikan dengan profil eksposur yang diinginkan oleh investor. Dolar Australia dinilai menjadi pilihan utama untuk mendapatkan eksposur luas terhadap komoditas, sementara dolar Kanada lebih relevan bagi investor yang memantau pergerakan harga minyak mentah dunia.

Meski prospek penguatan tetap terbuka, sejumlah risiko besar membayangi pergerakan mata uang tersebut. Faktor utama yang perlu dicermati adalah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Inflasi di Amerika Serikat yang kembali menunjukkan kenaikan dapat memicu The Fed untuk mengambil langkah yang lebih hawkish. Kebijakan suku bunga tinggi tersebut berpotensi memperkuat posisi dolar AS dan menekan mata uang berbasis komoditas.

Sentimen lain yang memengaruhi pasar adalah kondisi ekonomi global, khususnya perlambatan ekonomi di Tiongkok. Mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang utama, penurunan permintaan dari negara tersebut akan berdampak langsung pada pelemahan mata uang negara eksportir komoditas seperti Australia.

Khusus untuk dolar Kanada, investor juga perlu mewaspadai eskalasi ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Ketidakpastian hubungan bilateral ini dapat menjadi beban tambahan bagi nilai tukar CAD dalam jangka pendek hingga menengah.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, proyeksi hingga akhir tahun 2026 masih cenderung positif. Pasangan AUD/USD diperkirakan mampu bergerak menuju kisaran 0,73 hingga 0,74.

Sementara itu, pasangan USD/CAD diproyeksikan akan berada di level 1,35 hingga 1,36. Untuk pasangan NZD/USD, pergerakan diprediksi berada dalam rentang 0,59 hingga 0,61.

Investor kini diminta untuk lebih selektif dalam menentukan momentum masuk ke pasar. Pemantauan terhadap indeks dolar AS (DXY) serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed menjadi kunci utama dalam mengelola portofolio valuta asing hingga penghujung tahun.