Transportasi

InJourney Airport Proyeksikan Jumlah Penumpang Capai 159 Juta Tahun Ini

57
×

InJourney Airport Proyeksikan Jumlah Penumpang Capai 159 Juta Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Suasana kesibukan aktivitas penumpang di area terminal bandara kelolaan InJourney Airports.
InJourney Airports memproyeksikan jumlah penumpang pesawat mencapai 159 juta orang hingga akhir tahun 2026.

JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memproyeksikan total jumlah penumpang pesawat di seluruh bandara kelolaannya mencapai 159 juta orang hingga akhir tahun 2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan tipis sebesar 1 juta penumpang dibandingkan realisasi pada tahun lalu.

Direktur Utama InJourney Airports menyatakan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada dinamika pergerakan penumpang sepanjang tahun berjalan. Meskipun segmen domestik cenderung mengalami penurunan, sektor penerbangan internasional justru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Data semester pertama 2026 mencatat total penumpang mencapai 74 juta orang. Angka tersebut terbagi atas 54 juta penumpang domestik dan 20 juta penumpang internasional.

Secara akumulatif, jumlah penumpang domestik tercatat mengalami penurunan sebesar 2% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi perusahaan di tengah dinamika industri penerbangan nasional.

Selain jumlah penumpang, volume angkutan kargo juga menunjukkan tren serupa. Sepanjang semester pertama 2026, total angkutan kargo tercatat sebesar 697 ribu ton, yang terdiri atas 494 ribu ton kargo domestik dan 203 ribu ton kargo internasional.

Volume angkutan kargo tersebut mencatat penurunan sebesar 11% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tantangan logistik udara yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

Kendati demikian, pergerakan pesawat justru mencatatkan pertumbuhan positif pada periode yang sama. InJourney Airports mencatat sebanyak 577 ribu pergerakan pesawat selama semester pertama 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 571 ribu pergerakan. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa frekuensi operasional maskapai masih tetap terjaga meski jumlah penumpang domestik masih terkoreksi.

Di sisi kinerja keuangan, InJourney Airports berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp10,23 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini didorong oleh transformasi bisnis yang dijalankan melalui Danantara untuk memperkuat lini non-aeronautika. Transformasi ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah tantangan geopolitik global, terutama di wilayah Timur Tengah.

Kontribusi pendapatan dari sektor non-aeronautika kini mencapai 38% dari total pendapatan usaha perusahaan. Angka ini meningkat signifikan dari posisi 30% sebelum proses transformasi dilakukan saat perusahaan masih terpisah sebagai Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Perusahaan terus berupaya membangun portofolio bisnis yang tangguh baik di lini aeronautika maupun non-aeronautika. Langkah ini diambil guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi industri aviasi nasional serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat luas.

Transformasi yang dilakukan diharapkan mampu menjaga pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa depan. Fokus pada diversifikasi bisnis menjadi strategi utama InJourney Airports untuk menghadapi ketidakpastian kondisi industri penerbangan global.