Bursa Saham

IHSG Melemah, Investor Asing Borong Saham Senilai Rp 933 Miliar

9
×

IHSG Melemah, Investor Asing Borong Saham Senilai Rp 933 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar monitor yang menunjukkan pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup melemah 0,86% ke level 6.394,12 meski investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 933,53 miliar.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Indeks ditutup melemah sebesar 0,86% atau terkoreksi 55 poin ke level 6.394,12.

Pelemahan ini terjadi meskipun investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aliran dana asing masuk mencapai Rp 933,53 miliar di seluruh pasar.

Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar di tengah sentimen negatif yang menekan mayoritas saham domestik. Kondisi pasar yang ditutup di zona merah mencerminkan dominasi tekanan jual dari investor domestik yang mengungguli akumulasi asing.

Sektor barang baku menjadi penekan utama IHSG dengan pelemahan sebesar 1,21%. Sektor ini mencatatkan penurunan terdalam dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Koreksi juga melanda sektor barang konsumer non-primer sebesar 1,05% dan barang konsumer primer sebesar 0,96%. Selain itu, sektor perindustrian, kesehatan, energi, teknologi, keuangan, hingga transportasi turut mencatatkan pelemahan.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi. Sektor infrastruktur serta sektor properti dan real estat masing-masing menguat sebesar 0,42%.

Aktivitas perdagangan hari ini tercatat cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 35,85 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan di pasar reguler maupun negosiasi tercatat sebesar Rp 14,22 triliun.

Secara statistik, pergerakan saham cenderung negatif dengan 363 saham ditutup melemah. Sementara itu, 238 saham berhasil menguat dan 188 saham lainnya berakhir stagnan.

Di tengah koreksi indeks, investor asing terpantau melakukan akumulasi besar-besaran pada sejumlah emiten. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham dengan nilai net buy asing tertinggi, yakni mencapai Rp 1,47 triliun.

Selain DSSA, investor asing juga memborong saham PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai beli bersih Rp 158,86 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan net buy sebesar Rp 45,3 miliar.

Daftar sepuluh saham dengan net buy asing terbesar lainnya meliputi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 13,12 miliar. Selanjutnya terdapat PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan Rp 10,8 miliar.

Porsi beli bersih juga menyasar saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) senilai Rp 10,47 miliar. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyusul dengan akumulasi Rp 9,23 miliar.

Di urutan berikutnya, PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan net buy sebesar Rp 6,0 miliar. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan Rp 5,59 miliar.

Terakhir, PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) melengkapi daftar sepuluh besar saham yang banyak diborong asing dengan nilai Rp 5,47 miliar. Aksi beli ini menjadi anomali di tengah tren pelemahan IHSG hari ini.