Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memprioritaskan kesejahteraan keluarga prasejahtera dalam programnya.
Direktur Operasional PNM, Sunar Basuki, mengungkapkan bahwa pelaku usaha ultra mikro perempuan memainkan peran krusial dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Mereka saling menginspirasi dan membangun jaringan usaha, seiring dengan pertumbuhan usaha skala rumah tangga,” ujar Sunar.
Sepanjang semester pertama 2024, PNM Mekaar memiliki 15,2 juta nasabah ultra mikro, termasuk jutaan perempuan.
PNM meyakini bahwa menjaga kualitas usaha nasabah akan meningkatkan potensi lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat prasejahtera memperoleh penghasilan.
“Peluang besar ini harus diimbangi dengan pendampingan yang berkelanjutan,” kata Sunar.
“PNM berkomitmen untuk menjaga portofolio usaha mereka melalui pembiayaan dan pendampingan.”
Meningkatnya jumlah nasabah berdampak pada kebutuhan akan layanan pendukung yang menciptakan lapangan kerja tambahan.
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro, PNM memberikan tiga pilar dukungan bagi UMKM: modal finansial, intelektual, dan sosial.
Hingga 30 Juni 2024, PNM telah menggelontorkan Rp 34 triliun untuk mendorong ekonomi kerakyatan melalui 4.665 kantor layanan di seluruh Indonesia.