NewsRegulasi

Pelabuhan Teluk Tapang Didorong Masuk Proyek Strategis Nasional

×

Pelabuhan Teluk Tapang Didorong Masuk Proyek Strategis Nasional

Sebarkan artikel ini
Teluk Tapang. Foto : Internet

Padang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Barat menggelar kajian strategis pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang secara daring, Rabu (20/3).

Kegiatan yang diikuti 49 peserta dari berbagai instansi ini membahas langkah konkret memperkuat daya saing ekspor dan pertumbuhan ekonomi Sumbar 2025–2035.

Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari lintas sektor, termasuk Asisten II Setda Provinsi Sumatera Barat, kepala dinas terkait, kepala perwakilan Bank Indonesia dan OJK Sumbar, hingga perwakilan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Hadir pula pejabat Kementerian Keuangan wilayah Sumbar serta Kepala KSOP Teluk Bayur.

Dalam sambutan pembuka, Asisten II Setda Provinsi Sumatera Barat, Arry, menilai kajian ini relevan dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Menurutnya, dialog strategis ini menghadirkan perspektif baru bagi arah kebijakan pengembangan ekonomi regional.

Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Syukriah HG, menyampaikan pentingnya pengelolaan fiskal dan keuangan negara dalam mendukung infrastruktur. Ia menegaskan peran DJPb sebagai Regional Chief Economist dan Financial Advisor akan terus diperkuat untuk mendorong proyek prioritas daerah.

Paparan utama disampaikan Kepala Bidang PAPK Kanwil DJPb Sumbar, Bayu Agatyan, yang menekankan urgensi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat logistik ekspor. Pelabuhan ini diproyeksikan mendukung hilirisasi produk pertanian, CPO, dan hasil tambang dari Sumatera Barat ke pasar internasional, khususnya kawasan Selatan–Selatan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah rekomendasi strategis mengemuka. Peserta mendorong agar proyek Teluk Tapang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 dan RPJMN 2025, serta diusulkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini dinilai krusial guna memperoleh dukungan penuh pemerintah pusat.

Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Peserta menilai perlu langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja kompeten yang mampu mengelola kawasan industri penunjang pelabuhan.

DPMPTSP Sumbar memaparkan progres terkini proyek Teluk Tapang, sementara Dinas Perhubungan menyampaikan data teknis kesiapan infrastruktur. Kepala KSOP Teluk Bayur turut memberikan gambaran rencana konektivitas pelabuhan dalam mendukung sistem logistik regional dan ekspor lintas negara.

Para peserta menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, termasuk dengan sektor swasta, untuk merealisasikan pelabuhan tersebut. Dengan koordinasi yang kuat, Pelabuhan Teluk Tapang diyakini akan menjadi gerbang ekspor utama dan pendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat di masa depan.

“Teluk Tapang bukan sekadar pelabuhan, melainkan masa depan ekonomi Sumatera Barat,” tegas Bayu Agatyan menutup dialog.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

News

Gubernur Sumbar akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat periode 2025-2030 pada 25 Maret 2025. Persiapan pelantikan telah mencapai 80 persen dan tertunda karena menunggu putusan sengketa Pilkada.