IndustriTransportasi

Empat Maskapai Dominasi Penerbangan Padang-Jakarta

×

Empat Maskapai Dominasi Penerbangan Padang-Jakarta

Sebarkan artikel ini
Aturan Pemerintah terkait dengan adanya tes  Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test membuat Maskapai Penerbangan khawatir. Foto : Internet

Padang – Layanan penerbangan rute Padang-Jakarta kini hanya dilayani oleh empat maskapai.

Berdasarkan penelusuran aplikasi pemesanan tiket daring seperti Traveloka dan Tiket.com selama sebulan terakhir, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, dan Air Asia tidak lagi memiliki jadwal penerbangan untuk rute tersebut.

Adapun maskapai yang masih beroperasi adalah Garuda Indonesia, Super Air Jet, Pelita Air, dan Citilink.

Dari keempat maskapai ini, Super Air Jet mendominasi dengan rata-rata 10 frekuensi penerbangan harian, diikuti Citilink dengan 5 frekuensi, dan Pelita Air serta Garuda Indonesia masing-masing 3 frekuensi per hari.

Pengamatan redaksi menunjukkan bahwa Sriwijaya Air merupakan maskapai pertama yang menghentikan layanan penerbangan Padang-Jakarta. Disusul Air Asia yang sempat membuka satu frekuensi penerbangan, kemudian Batik Air, dan terakhir Lion Air.

Penurunan jumlah maskapai yang melayani rute ini diduga disebabkan oleh menurunnya jumlah penumpang sejak pandemi COVID-19. Selain itu, harga tiket pesawat yang masih dianggap mahal juga menjadi keluhan calon penumpang.

Di sisi lain, langkah efisiensi perusahaan juga diperkirakan menjadi faktor karena penerbangan Padang-Jakarta dikuasai oleh dua grup maskapai besar, Lion Air Group dan Garuda Indonesia.

Lion Air Group membawahi Lion Air, Super Air Jet, dan Batik Air, sedangkan Garuda Indonesia mengoperasikan Citilink dan memiliki koneksi dengan Pelita Air yang dikabarkan akan merger ke maskapai Premium Service.

Harga tiket pesawat untuk rute Padang-Jakarta saat ini berkisar antara Rp950.000 hingga Rp1,8 juta untuk kelas tiket tertinggi.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

kembali-hadir-di-iims-2025,-pln-dorong-green-future-kendaraan-listrik-di-indonesia
Energi

PLN berpartisipasi dalam IIMS 2025 untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Partisipasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong industri otomotif dan transisi hijau.